Rekomendasi Saham 6 Agustus 2026: BRMS, TINS, TPIA, PTRO, IATA, hingga CUAN

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi sideways pada perdagangan saham, Kamis, (6/8/2026).

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 08:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sideways pada perdagangan saham Kamis, (6/8/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik, tetapi kembali disertai dengan aksi jual asing Rp 188 miliar pada Rabu, 5 Agustus 2026. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham TPIA, TLKM, BBRI, ASII dan CPIN.

“IHSG berpotensi bergerak sideways hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.300-6.320 dan level resistance 6.380-6.420.

Kiwoom Research menyarankan investor dapat mempertahankan posisi (hold) dan melakukan averaging up pada saham-saham yang telah mengonfirmasi breakout, dengan tetap menerapkan trailing stop di bawah area 6.250 untuk mengantisipasi potensi koreksi jangka pendek.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Timah Tbk (TINS), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari BNI Sekuritas

Trading Idea hari ini: BRMS, TINS, TPIA, PTRO, IATA, dan CUAN

  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 600-610, cutloss di bawah 590. Target dekat di 630-655.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3.860-3.880, cutloss di bawah 3.830. Target dekat di 3.920-4.000.
  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 2.040-2.060, cutloss di bawah 2.020. Target dekat di 2.090-2.130.
  • PTRO Spec Buy dengan area beli di 4.660-4.710, cutloss di bawah 4.600. Target dekat di 4.800-4.880.
  • IATA Spec Buy dengan area beli di 94, cutloss di bawah 92. Target dekat di 99-105.
  • CUAN Spec Buy dengan area beli di 650-675, cutloss di bawah 650. Target dekat di 685-705.   

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 5 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tinggalkan 18.000 dan mayoritas sektor saham menghijau. Selain itu, penguatan IHSG juga terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 mencapai 5,29%. Namun, pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,50% menjadi 6.351,13. Indeks saham LQ45 melemah 0,19% menjadi 633,98. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, dalam dua hari ini, IHSG berturut-turut menguat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup menguat 0,5% sejalan dengan analisis teknikal yang disampaikan pagi ini. Selain itu, ia menilai, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang mencapai 5,29% menjadi katalis positif.

“Di sisi lain, hari ini terdapat rilis data GDP Indonesia yang masih berada di atas 5% dan juga penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini berada di 17.925,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.367,82 dan level terendah 6.316,10. Sebanyak 406 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 208 saham melemah dan 178 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.334.825 kali dengan volume perdagangan saham 40,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.917.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham keuangan turun 0,20% dan sektor saham infrastruktur merosot 0,99%. Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,35%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,21% dan sektor saham energi, consumer nonsiklikal dan siklikal masing-masing naik 1,61%.

Selain itu, sektor saham industri mendaki 0,30%, sektor saham properti bertambah 1,6%, sektor saham teknologi menguat 1,34% dan sektor saham transportasi naik 0,72%.