AKRA Tebar Dividen Interim 2026 Rp 50 per Saham

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membagikan dividen interim 2026 pada 14 Agustus 2026. Berikut jadwal lengkapnya.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 1 triliun. Pemegang saham akan mendapatkan dividen interim 2026 sebesar Rp 50 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026), PT AKR Corporindo Tbk membagikan dividen interim 2026 berdasarkan keputusan direksi perseroan pada 21 Juli 2026. Hal ini setelah mendapatkan persetujuan dewan komisaris terkait pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Adapun dividen interim yang akan dibayar sebesar Rp 50 per saham.

“Dengan memperhatikan jumlah saham yang berhak atas dividen pada recording date, total nilai dividen interim diperkirakan sebesar Rp 1.003.673.730.000,” demikian mengutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyebutkan, apabila terdapat perubahan jumlah saham yang berhak atas dividen pada recording date sehingga mempengaruhi total nilai dividen interim, perseroan akan menyampaikan pembaharuan kepada pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun data keuangan perseroan per 30 Juni 2026 menjadi pertimbangan perseroan untuk membagikan dividen interim antara lain saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 10,56 triliun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,43 triliun, dan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 12,95 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:

  • Cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 31 Juli 2026
  • Ex dividen di pasar regular dan negosiasi pada 3 Agustus 2026
  • Cum dividen di pasar tunai pada 4 Agustus 2026
  • Ex dividen di pasar tunai pada 5 Agustus 2026
  • Recording date yang berhak atas dividen interim pada 4 Agustus 2026
  • Pembagian dividen interim pada 14 Agustus 2026

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Kamis, 23 Juli 2026, harga saham AKRA turun 5,05% menjadi Rp 1.410 per saham. Harga saham AKRA dibuka naik lima poin menjadi Rp 1.490 per saham. Harga saham AKRA berada di level tertinggi Rp 1.520 dan level terendah Rp 1.385 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 16.324 kali dengan volume perdagangan saham 889.829 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 128 miliar.

Direktur dan Komisaris Beli Saham AKRA, Ini Rinciannya

Sebelumnya, sejumlah direktur dan komisaris PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah kepemilikan saham AKRA pada 6 Mei 2026. Tujuan menambah kepemilikan saham AKRA itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (11/5/2026), Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo membeli 12.000.000 saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham pada 6 Mei 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham Rp 5,98 miliar.

Setelah transaksi, ia memiliki 1,119% saham AKRA atau setara 224.604.600 saham AKRA dari sebelumnya 1,059% atau setara 212.604.600 saham AKRA.

Selain itu, Presiden Komisaris PT AKR Corporindo Tbk, Soegiarto Adikoesomo membeli 6.000.000 saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Nilai transaksi pembelian saham AKRA itu Rp 2,99 miliar. Setelah transaksi itu, ia memiliki 0,75% saham AKRA atau setara 151.267.000 saham AKRA. Sebelumnya ia menggengam 0,72% atau setara 145.267.000.

Selanjutnya, Direktur PT AKR Corporindo Tbk Mery Sofi membeli 12.000.000 saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Nilai pembelian saham AKRA sebesar Rp 5,98 miliar. Mery Sofi sebelumnya memiliki saham AKRA sebesar 0,041% atau setara 8,30 juta saham AKRA. Setelah pembelian saham AKRA, Mery Sofi mengenggam 0,101% saham AKRA ataus etara 20,30 juta saham.

Kemudian Direktur PT AKR Corporindo Tbk Termurti Tiban membeli 2,4 juta saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Jadi nilai pembeli saham itu sekitar Rp 1,19 miliar.

Setelah pembelian saham AKRA itu, Termurti Tiban mengenggam 4,05 juta saham AKRA atau setara 0,02%. Ia sebelumnya memiliki 0,008% saham AKRA atau setara 1,65 juta saham AKRA.

Direktur PT AKR Corporindo Tbk Nery Polim juga membeli 3,6 juta saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Total nilai pembelian saham AKRA sekitar Rp 1,79 miliar.

Setelah transaksi, Nery Polim memiliki 0,033% saham AKRA atau setara 6,56 juta saham dari sebelumnya 0,015% atau 2,96 juta saham.

 

Transaksi Pembelian Saham AKRA

Selanjutnya Direktur PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu membeli 2,4 juta saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Nilai transaksi pembelian saham AKRA Rp 1,19 miliar. Setelah transaksi pembelian saham, Suresh Vembu memiliki 5,21 juta saham AKRA atau setara 0,026%. Sebelumnya, ia mengenggam 2,81 juta saham AKRA atau setara 0,014%.

Lalu Direktur PT AKR Corporindo Tbk Bambang Soetiono membeli saham AKRA sebanyak 6 juta saham dengan harga Rp 499 per saham. Nilai transaksi pembelian saham itu sekitar Rp 2,99 miliar.

Setelah transaksi pembelian saham AKRA, Bambang memiliki 0,069% saham AKRA atau setara 13,78 juta saham. Sebelumnya, Bambang mengenggam 7,78 juta saham AKRA atau setara 0,039%.

Lalu Direktur PT AKR Corporindo Tbk Jimmy Tandyo membeli 12 juta saham AKRA dengan harga Rp 499 per saham. Nilai pembelian saham AKRA itu sekitar Rp 5,98 miliar. Setelah transaksi pembelian saham itu, Jimmy mengenggam 0,289% saham AKRA atau setara 58 juta saham. Sebelumnya, ia memiliki 46 juta saham AKRA atau setara 0,229%.

Adapun transaksi pembelian saham yang dilakukan oleh direksi dan komisaris AKRA dilakukan untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.