IHSG Diprediksi Menguji 6.264, Cek Rekomendasi Saham 21 Juli 2026

Analis prediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa, (21/7/2026). Berikut strategi rekomendasi sahamnya.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 07:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa, (21/7/2026). IHSG hari ini akan menguji area 6.264. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat 0,91% ke 6.231, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat pada perdagangan saham Senin, 20 Juli 2026.

"Pada label hitam, posisi pergerakan IHSG sedang berada pada akhir wave © dari wave [iv] sehingga penguatannya akan relatif terbatas untuk menguji area 6.264, dan rawan koreksi ke rentang 5.747-5.935,” kata Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia menambahkan, pada label biru, apabila IHSG mampu break 6.377, IHSG akan menguji 6.450-6.545. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.111, 5.839 dan level resistance 6.286,6.599.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.110-6.380.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Buy on Weakness

Saham AMMN menguat 1,78% ke 4.010 dan masih didominasi volume pembelian yang meningkat. “Saat ini, posisi AMMN diperkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.690-3.860

Target Price: 4.320, 4.600

Stoploss: below 3.560

 

2.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Trading Buy

Saham BIPI menguat 9,15% ke 155 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Selama BIPI masih mampu berada di atas 145 sebagai stoplossnya, BIPI sedang berada di awal wave [v] dari wave A,” kata dia.

Trading Buy: 147-152

Target Price: 164, 170

Stoploss: below 145

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Buy on Weakness

Saham BULL menguat 7,18% ke 388 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan BULL pun mampu berada di atas MA200. “Saat ini, kami memperkirakan posisi BULL sedang berada pada bagian akhir dari wave (1) dari wave [C], sehingga penguatannya akan relatif terbatas dan rawan koreksi membentuk wave (2),” kata dia.

Buy on Weakness: 340-364

Target Price: 432, 468

Stoploss: below 322

 

4.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Buy on Weakness

Saham NCKL menguat 1,78% ke 860 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatan NCKL pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi NCKL sedang berada pada bagian dari awal wave 3 dari wave (1),” ujar dia.

Buy on Weakness: 835-860

Target Price: 930, 970

Stoploss: below 810

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 20 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan saham Senin, (20/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah sebagian besar mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,91% menjadi 6.231,78. Berdasarkan pantauan, IHSG melanjutkan kenaikan sejak pekan lalu. Indeks saham LQ45 bertambah 0,94% menjadi 627,75. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.249,90 dan terendah 6.191,04. Sebanyak 399 saham menguat sehingga angkat IHSG. 210 saham melemah dan 185 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.390.805 kali dengan volume perdagangan saham 35,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.932.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham teknologi turun 0,56%. Sektor saham industri naik 3,44%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham energi mendaki 2,61%, sektor saham basic menguat 2,01%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 1,08%.

Lalu sektor saham consumer siklikal mendaki 0,52%, sektor saham kesehatan mendaki 0,33%, sektor saham keuangan bertambah 0,06%. Sektor saham properti melonjak 1,44%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,73% dan sektor saham transportasi menguat 1%.