SpaceX Raih Rekor IPO Terbesar, Himpun Dana Rp 1.344 Triliun

SpaceX akan mencatatkan saham perdana di bursa Nasdaq pada Jumat, 12 Juni 2026 waktu setempat.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk mengumpulkan dana US$ 75 miliar atau Rp 1.344 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.930) dalam penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perolehan dana itu membawa SpaceX tercatat sebagai perusahaan dengan IPO terbesar dalam sejarah.

Mengutip CNBC, Jumat, (12/6/2026), SpaceX menawarkan 555,6 juta saham ke publik dengan harga IPO US$ 135 per saham atau Rp 2,4 juta, menurut pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa atau the Securities and Exchange Commission (SEC). Sementara itu, valuasi perusahaan tercatat US$ 1,77 triliun atau Rp 31.727 triliun. Hal itu menjadikan SpaceX sebagai perusahaan AS ketujuh yang paling berharga, di atas Tesla, produsen kendaraan listrik milik Elon Musk. Adapun SpaceX akan debut di Nasdaq pada Jumat, 12 Juni 2026 waktu setempat.

Melalui IPO ini, Elon Musk bersiap menjadi triliuner pertama di dunia. Kepemilikannya di SpaceX bernilai US$ 866,5 miliar atau Rp 15.532 triliun. Sedangkan kepemilikan di Tesla bernilai US$ 320 miliar atau Rp 5.736 triliun, tidak termasuk beberapa opsi. Bagi Elon Musk, IPO SpaceX ini datang 16 tahun setelah membawa Tesla ke publik.

Elon Musk mengendalikan lebih dari 82% hak suara di SpaceX, memberinya kendali hampir penuh atas dewan direksi.

Dalam prospektus, SpaceX menyebutkan, pendapatan naik 15% menjadi US$ 4,69 miliar atau Rp 84,06 triliun pada kuartal pertama 2026 dari US$ 4,07 miliar atau Rp 72,95 triliun pada tahun lalu. Pada 2025, pendapatan melonjak 33% menjadi US$ 18,67 miliar atau Rp 334,65 triliun. Perseroan mencatat kerugian bersih pada kuartal terakhir US$ 4,28 miliar atau Rp 76,71 triliun setelah rugi US$ 4,94 miliar atau Rp 88,54 triliun pada 2025.

 

 

Kontribusi Unit Bisnis

Selain bisnis antariksa, perusahaan Musk memiliki layanan internet satelit Starlink, yang menyumbang sebagian besar pendapatannya. Selain itu, satu-satunya unit yang menguntungkan, serta divisi kecerdasan buatan xAI, yang bergabung dengan SpaceX pada Februari.

SpaceX menyatakan dalam pengajuan IPO, pengeluaran modal pada kuartal pertama mencapai US$ 10,1 miliar atau Rp 181,04 triliun. Belanja modal lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sebagian besar biaya tersebut, US$ 7,7 miliar atau Rp 138,02 triliun untuk artificial intelligence  atau kecerdasan buatan (AI), sedangkan sisanya dihabiskan untuk antariksa dan konektivitas.

Goldman Sachs adalah bank utama untuk IPO, diikuti oleh Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase. 

Mengutip berbagai sumber, sebelum SpaceX, salah satu rekor IPO terbesar sepanjang sejarah dipegang Saudi Aramco pada 2019 dan mencatatkan saham di Riyadh Stock Exchange. Saudi Aramco meraih dana publik US$ 25,6 miliar atau Rp 458,88 triliun.Â