IHSG Hari Ini 20 Mei 2026 Turun 0,82%, Rupiah Menguat

Sebagian besar sektor saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, (20/5/2026).

Diterbitkan 20 Mei 2026, 17:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu, (20/5/2026). IHSG hari ini merosot di tengah sentimen suku bunga acuan atau BI Rate naik 0,50% atau 50 basis poin (bps).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,82% menjadi 6.318,50. Indeks LQ45 turun 0,65% menjadi 630,67. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup tekoreksi 0,82% setelah selama sesi pertama bergerak volatile di tengah pidato Presiden pada sidang paripurna.

“Di sisi lain nilai tukar Rupiah bergerak menguat di 17.700 terhadap dolar Amerika Serikat dan BI memutuskan menaikkan BI rate di 5,25% untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.459,56 dan level terendah 6.215,30. Sebanyak 483 saham melemah sehingga bebani IHSG. 208 saham menguat dan 125 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.476.561 kali dengan volume perdagangan saham 41,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.646.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham  menguat yakni sektor saham keuangan bertambah 1,21% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,05%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 2,65%, sektor saham basic merosot 4,67%, sektor saham industri turun 1,27%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,24%, sektor saham consumer siklikal susut 2,06%.

Kemudian sektor saham kesehatan turun 0,27%, sektor saham properti terpangkas 0,83%, sektor saham teknologi susut 1,38% dan sektor saham transportasi melemah 4,22%.

Gerak Saham

Pada Rabu pekan ini, saham ADRO ditutup melemah 4,29% menjadi Rp 2.230 per saham. Saham ADRO dibuka melemah Rp 2.290 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.330 per saham. Harga saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.320 dan terendah Rp 2.140 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 32.899 kali dengan volume perdagangan saham 1.756.373 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 390,4 miliar.

Harga saham BMRI ditutup naik 2,42% menjadi Rp 4.230 per saham. Saham BMRI dibuka menguat Rp 4.150 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.290 dan level terendah Rp 4.110 per saham. Total frekuensi perdagangan 44.001 kali dengan volume perdagangan saham 3.406.031 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,4 triliun.

Harga saham CTRA ditutup naik 3,05% menjadi Rp 675 per saham. Saham CTRA dibuka menguat 10 poin menjadi Rp 665 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 655 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.738 kali dengan volume perdagangan saham 396.043 saham. Nilai transaksi Rp 26,1 miliar.

Harga saham BBNI ditutup melemah 0,26% menjadi Rp 3.800 per saham. Harga saham BBNI dibuka naik 20 poin menjadi Rp 3.830 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.880 dan terendah Rp 3.770 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 10.127 kali dengan volume perdagangan saham 545.200 saham. Nilai transaksi Rp 208,9 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham LCKM naik 29,33%
  • Saham SURE naik 24,89%
  • Saham APIC naik 24,81%
  • Saham INTD naik 24,35%
  • Saham MORA naik 19,75%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham RELI melemah 15%
  • Saham TPIA melemah 14,74%
  • Saham WBSA melemah 14,67%
  • Saham ASPR melemah 14,66%
  • Saham SMMT melemah 14,59%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 137.484 kali
  • Saham BIPI tercatat 92.295 kali
  • Saham ASPR tercatat 71.508 kali
  • Saham BRPT tercatat 65.390 kali
  • Saham WBSA tercatat 51.677 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,9 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 840,4 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 838,1 miliar