Amanda Cipta Persada Beli 2,11 Miliar Saham AMRT

Amanda Cipta Persada kini memiliki 5,82 miliar saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau setara 14,04%.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yakni Amanda Cipta Persada membeli saham AMRT pada pertengahan Mei 2026. Aksi pembelian saham ini dalam rangka restrukturisasi internal.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (16/5/2026), PT Amanda Cipta Persada membeli saham AMRT sebanyak 2.117.749.600 dengan harga Rp 1.415 per saham. Nilai transaksi pembelian saham AMRT sekitar Rp 2,99 triliun.

“Tujuan transaksi restrukturisasi internal, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi pembelian saham AMRT, Amanda Cipta Persada mengenggam 14,04% saham AMRT atau 5,82 miliar saham. Sebelumnya, Amanda Cipta Persada memiliki 3,71 miliar saham AMRT atau setara 8,94%.

Sementara itu, pemegang saham AMRT lainnya yakni Sigmantara Alfindo melepas 2,11 miliar saham AMRT dengan harga Rp 1.415 per saham pada 13 Mei 2026. Transaksi itu dilakukan untuk restrukturisasi internal.

Setelah transaksi Sigmantara mengenggam 38,90% saham AMRT atau setara 16,15 miliar saham dari sebelumnya 18,26 miliar saham atau 44%.

Saham AMRT ditutup stagnan di Rp 1.415 per saham. Harga saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.415 dan level terendah Rp 1.305 per saham. Kapitalisasi pasar senilai Rp 58,76 triliun.

Pada Rabu, 13 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,98% menjadi 6.723,32. Indeks saham LQ45 merosot 1,79% menjadi 657,88. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.787,34 dan level terendah 6.705,43. Sebanyak 416 saham melemah sehingga bebani IHSG. 239 saham menguat dan 163 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.299.552 kali dengan volume perdagangan saham 38,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.470.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 4,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 1,26%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 4,43%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,61%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,44%, sektor saham consumer siklikal terperosok 1,4%.

Lalu sektor saham kesehatan melemah 1,22%, sektor saham Keuangan tergelincir 0,58%, sektor saham properti merosot 0,70%, sektor saham teknologi terpangkas 0,71% dan sektor saham infrastruktur susut 2,72%.

 

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/3/2026), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk meraup pendapatan Rp 126,73 triliun pada 2025. Pendapatan naik 7,19% dari periode 2024 sebesar Rp 118,22 triliun. Beban pokok pendapatan naik 6,58% menjadi Rp 98,98 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 92,86 triliun.

Seiring hal itu, laba bruto bertambah 9,4% menjadi Rp 27,75 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 25,36 triliun. Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp 21,75 triliun dari 2024 sebesar Rp 20,20 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 2,43 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,17 triliun. Pendapatan lainnya naik dari Rp 1,22 triliun menjadi Rp 1,33 triliun pada 2025.

Dengan demikian, laba usaha naik 11,86% menjadi Rp 4,56 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,07 triliun. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 8,34% menjadi Rp 3,41 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,14 trliun. Laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 82,16 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 75,81.

 

 

Aset Perseroan

Total ekuitas perseroan naik 9,5% menjadi Rp 19,38 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 17,69 triliun. Liabilitas bertambah 9,9% dari Rp 21,10 triliun pada 2024 menjadi Rp 23,19 triliun pada 2025.

Aset naik 9,74% menjadi Rp 42,57 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 38,7 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,67 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,84 triliun.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 27 Maret 2026, harga saham AMRT turun 0,34% menjadi Rp 1.455 per saham. Harga saham AMRT dibuka turun 10 poin menjadi Rp 1.450 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.455 dan level terendah Rp 1.390 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.892 kali dengan volume perdagangan saham 418.290 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 59,5 miliar.