Direktur HM Sampoerna Mengundurkan Diri, Ditunjuk Jadi VP di Philip Morris Asia

Seiring pengunduran diri Direktur HMSP Elvira Lianita, perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan pemegang saham dalam RUPST.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 14:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengumumkan pengunduran diri direktur perseroan yakni Elvira Lianita pada 1 Mei 2026. Seiring pengunduran diri itu, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Pada 4 Mei 2026, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri Elvira Lianita dari jabatannya selaku Direktur Perseroan pada 1 Mei 2026,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, pengunduran diri ini sehubungan dengan penunjukan Elvira Lianita sebagai Vice Presiden Corporate Affairs East & Southeast Asia, Pacific and PMI Global Travel Retail, Philip Morris Asia Limited di Hong Kong.

“Sehubungan dengan pengunduran diri ibu Elvira Lianita, perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada 18 Mei 2026,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, informasi ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Pada perdagangan saham sesi kedua, saham HMSP naik 0,67% menjadi Rp 755 per saham. Harga saham HMSP berada di level tertinggi Rp 765 dan level terendah Rp 745 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.541 kali dengan volume perdagangan saham 139.264 saham. Nilai transaksi harian Rp 10,5 miliar.

Mengutip laman Sampoerna.com, Elvira Lianita diangkat menjadi Direktur Sampoerna pada 2018 dan bertanggung jawab untuk urusan eksternal. Perempuan kelahiran Surabaya ini bergabung dengan PMI Indonesia pada 2001 sebelum bergabung dengan Sampoerna pada 2007.

Ia mengemban berbagai tanggung jawab penting dalam bidang regulasi, fiskal, perdagangan internasional dan komunikasi sebelum akhirnya ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Sampoerna. Sebelum berkiprah di PMI, Elvira telah memiliki pengalaman ekstensif di lembaga konsultan komunikasi profesional serta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan pengembangan di berbagai negara selama karier profesionalnya.

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang bergerak di industri rokok mencatat penurunan kinerja keuangan selama 2025.  Laba tahun berjalan perusahaan turun tipis menjadi sekitar Rp 6,61 triliun pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 6,64 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (12/3/2026), dalam laporan kinerja keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, pelemahan laba tersebut terjadi seiring dengan turunnya pendapatan perusahaan. 

Sepanjang 2025, penjualan HMSP tercatat sebesar Rp 112,17 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 117,88 triliun.

Meski pendapatan mengalami penurunan, laba kotor perusahaan justru menunjukkan peningkatan. Nilainya naik dari Rp 18,53 triliun menjadi Rp 20,61 triliun. Kenaikan ini terjadi karena penurunan beban pokok penjualan yang lebih besar dibandingkan penurunan nilai penjualan.

 

Pergerakan Aset dan Saham HMSP

Penurunan laba juga berdampak pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang turun tipis dari Rp 6,64 triliun menjadi Rp 6,60 triliun. Sementara itu, laba per saham dasar tetap berada di level Rp 57 per saham.

Dari sisi neraca, total aset HMSP pada 2025 tercatat sebesar Rp 51,56 triliun, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 54,29 triliun. Di sisi lain, jumlah kewajiban perusahaan juga ikut menurun, dari Rp 25,93 triliun menjadi Rp 23,21 triliun.

Menariknya, di tengah pelemahan kinerja keuangan, harga saham HMSP justru menunjukkan kinerja positif. Dalam satu tahun terakhir, saham perusahaan ini naik sekitar 51% hingga mencapai Rp 795 per saham. Secara year to date (YTD), saham HMSP juga masih mencatat kenaikan lebih dari 7%.