BCA Siap Tebar Dividen 3 Kali Setahun Mulai Kuartal II 2026

Pembagian dividen interim setiap kuartal oleh BCA ini menjadi sejarah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Diterbitkan 24 April 2026, 14:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) siap untuk membagikan dividen interim setiap 3 bulan sekali mulai 2026. Emiten berkode saham BBCA ini akan memulai skema ini pada kuartal III 2026, dimana pembagian dividen bakal dilakukan sebanyak tiga kali pada tahun ini. 

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim. Pembagian dividen interim pada setiap kuartal ini jadi sejarah baru yang belum pernah dilakukan perseroan sebelumnya. 

"Biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Tahun ini, mulai tahun ini kita akan lakukan setiap kuartalan. Akan mulai dari kuartal kedua, kuartal ketiga, dan kuartal keempat," kata Vera dalam paparan kinerja BCA Kuartal I 2026, dikutip Jumat (24/6/2026). 

Hanya saja, Vera belum bisa memastikan berapa besaran dividen yang akan dibagikan. Adapun dividend payout ratio BCA di tahun ini mencapai 72 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 67,4 persen. 

"Jadi ada tiga kali deviden interim. Namun itu belum kita putuskan, tapi itu adalah sesuai rencana kita, rencana kerja juga untuk tahun ini," ujar Vera. 

Sebelumnya, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berharap, pembagian dividen interim setiap kuartal ini dapat menambah arus kas (cashflow) bagi pemegang saham yang selama ini senantiasa bersama kami. 

"Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris," ujar Hendra Lembong dikutip dari keterangan resmi BCA.

Kantongi Laba Bersih Rp 14,7 Triliun

Adapun pada kuartal I 2026, BBCA sukses membukukan total laba bersih senilai Rp 14,7 triliun pada kuartal I 2027. Raihan sebut didorong oleh pertumbuhan kredit positif mencapai Rp 994 triliun, atau naik 5,6 persen secara tahunan (YoY).

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong menyampaikan, penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen YoY. 

Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA. 

"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idu Fitri yang mendukung kinerja kredit. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden," ujar Hendra beberapa waktu lalu. 

 

 

Ditopang Kredit Produktif

Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8 persen YoY. 

Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10 persen YoY menjadi Rp 258,4 triliun, atau setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan BCA. Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen YoY dengan outstanding Rp 146 triliun. 

Rp 113 Triliun Kredit Hijau

Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen YoY mencapai Rp 113 triliun. Salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen YoY.

Di sisi lain, rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1 persen dan 1,8 persen. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen. Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen YoY.

 

Â