UNTR Sebar Dividen Final 2025 Rp 1.096 per Saham, Simak Jadwal Pembagiannya

PT United Tractors Tbk (UNTR) membagikan dividen final 2025 sebesar Rp 3,86 triliun.

Diterbitkan 21 April 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1.663 per saham. Dengan demikian, total dividen 2025 yang dibagikan sebesar Rp 5,92 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (21/4/2026), PT United Tractors Tbk membagikan dividen sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) pada 16 April 2026.

Perseroan telah membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp 567 per saham, dan senilai Rp 2,05 triliun. Perseroan akan membagikan dividen final sebesar Rp 1.096 per saham atau sebesar Rp 3,86 triliun.

Pembagian dividen itu mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 14,81 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 85,54 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 103,13 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen 2025:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 24 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 28 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 28 April 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 18 Mei 2026

Berdasarkan data RTI, harga saham UNTR turun 0,32% menjadi Rp 31.600 per saham. Harga saham UNTR dibuka naik 50 poin menjadi Rp 31.750 per saham. Saham UNTR berada di level tertinggi Rp 31.775 dan terendah Rp 31.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.046 kali dengan volume perdagangan 16.944 saham. Nilai transaksi Rp 53,5 miliar.

Dividen 2025

Sebelumnya,  PT United Tractors Tbk (UNTR) sepakat membagikan dividen sebesar Rp 1.663 per saham atas kinerja keuangan 2025. Menyusul besara laba bersih yang dicapai perseroan mencapai Rp 14,81 triliun.

Seperti diketahui, UNTR mencatatkan laba bersih Rp 14,81 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut lebih rendah dari perolehan laba bersih pada 2024 lalu sebesar Rp 19,53 triliun. Besaran itu, menjadi acuan pembagian dividen ke pemegang saham.

"Sebesar Rp 1.663 per lembar saham atau sebanyak-banyaknya Rp 5,92 triliun dibagikan sebagai dividen tunai," kata Corporate Secretary UNTR, Ari Setiawan dalam Konferensi Pers, di Menara Astra, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ketetapan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di lokasi yang sama. Adapun, angka dividen Rp 1.663 per saham sudah termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 567 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 2,06 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2025.

Sehingga sisanya sebesar Rp 1.096 setiap saham akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 28 April 2026 pukul 16:00 WIB (Recording Date Dividen) dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 18 Mei 2026.

Sehubungan dengan program pembelian kembali saham (shares buyback) yang sedang berlangsung, jumlah total dividen tunai yang dibagikan akan bergantung pada jumlah total saham yang berhak menerima dividen berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Recording Date Dividen.

 

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba bersih sebesar Rp 14,81 triliun pada tahun buku 2025, turun dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 19,53 triliun.

Melansir laporan keuangan Perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026), pendapatan bersih perseroan turun menjadi Rp 131,30 triliun pada 2025 dari Rp 134,43 triliun pada 2024. Seiring itu, laba bruto ikut terkoreksi menjadi Rp 29,70 triliun dibandingkan Rp 33,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja juga dipengaruhi oleh kenaikan sejumlah beban operasional. Beban penjualan meningkat menjadi Rp 1,59 triliun dari Rp 1,05 triliun pada 2024. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp 6,04 triliun dari Rp 5,59 triliun.

Selain itu, perseroan mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp 256,23 miliar. Biaya keuangan tercatat Rp 2,63 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 2,65 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penghasilan keuangan sebesar Rp 1,24 triliun belum mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan biaya. Laba per Saham

Dengan kombinasi penurunan pendapatan dan peningkatan beban tersebut, laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp 20,18 triliun dari Rp 25,89 triliun. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 5,01 triliun, laba tahun berjalan tercatat Rp 15,17 triliun, dengan Rp 366,33 miliar diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 mencapai Rp 177,64 triliun, naik dari Rp 169,48 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas tercatat Rp 74,50 triliun dan ekuitas sebesar Rp 103,14 triliun.

Laba per saham dasar dan dilusian tercatat Rp 4.082 per saham, turun dari Rp 5.378 per saham pada tahun sebelumnya.

Â