Liputan6.com, Jakarta - Sentimen global dan domestik membayangi pasar keuangan global.Salah satu yang menjadi perhatian yakni perkembangan perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip riset Syailendra, Senin, (13/4/2026), perundingan damai Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa ada kesepakatan damai setelah negosiasi panjang selama 21 jam oleh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.
Iran menolak kesepakatan ini karena enggan berkomitmen untuk menahan pengembangan senjata nuklir yang malah menjadi permintaan utama AS. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan blokade terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz sehingga berisiko menekan jumlah pasokan minyak global.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan menangguhkan serangan terencana ke Iran pada momen terakhir sebelum deadline rencana penyerangan masif ke Iran. Namun, tidak sampai 24 jam, AS diduga sudah melanggar perjanjian gencatan senjata saat itu.
Di sisi lain, inflasi AS Maret 2026 melonjak ke level 3,3% Year on Year (YoY) vs Februari 2026 sebesar 2,4%, tertinggi sejak April 2024.
“Lonjakan inflasi ini didorong kenaikan harga energi akibat konflik Israel-Iran. Harga bensin naik 21,2% dan harga energi bertambah 10,9% dalam sebulan. Kondisi ini dapat menjadi pertimbangan the Federal Reserve (the Fed) untuk menahan laju pemangkasan suku bunga AS (FFR),” demikian seperti dikutip.
Dari sentimen internal, Indonesia merilis beberapa data ekonomi domestik antara lain cadangan devisa Indonesia pada Maret 2026 tercatat USD 148,2 miliar pada Maret 2026 dari periode sebelumnya USD 151,9 miliar. Tingkat kepercayaan konsumen pada Maret 2026 tercatat 122,9 dari periode sebelumnya 125,2.
Sentimen Domestik
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
Selain itu, realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) pada kuartal I mencapai Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap Produk Domestuk Bruto (PDB).
“Angka tersebut lebih besar dibandingkan realisasi defisit kuartal I/25 sebesar Rp 104,2Tn (setara 0,41% PDB). Percepatan defisit ini disebabkan kenaikan belanja negara yang tumbuh agresif (+31,4% YoY) melebihi pertumbuhan pendapatan negara (+10,5% YoY),”
Di domestik, pada pekan lalu, lembaga indeks global FTSE Russell mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang sekunder yang sekaligus menjadi indikasi Indonesia masih dipandang cukup solid dari segi stabilitas di pasar domestik. “Selain itu, FTSE masih akan memantau kemajuan reformasi pasar modal dan akan kembali mengumumkan hasilnya pada Juni 2026,” demikian seperti dikutip.
Advertisement
Data Ekonomi AS yang Perlu Dicermati ke Depan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074969/original/000785700_1584006689-20200312-Wall-Street-4.jpg)
Seiring sentimen domestik, pekan lalu IHSG naik 6,1% ke level 7.458. Akan tetapi, terjadi aliran dana investor asing yang keluar mencapai USD 205 juta atau Rp 3,50 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.090). Aliran dana investor asing yang keluar ini berlanjut dari pekan lalu sebesar USD 126 juta.
Sementara itu, tiga indeks saham di Amerika Serikat atau wall street kompak menguat dengan kenaikan signifikan oleh indeks Nasdaq sebesar 4,3%, indeks S&P 500 bertambah 3,7% dan Dow Jones naik 3,6%.
Rupiah
Namun, rupiah melemah pada pekan lalu. Rupiah turun 0,57% terhadap dolar Amerika Serikat ke posisi 17.107 dan menjadi mata uang terlemah dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Sebaliknya, indeks dolar AS turun 1,06% menjadi 98,67.
Obligasi
Di sisi lain, pasar obligasi bertenor 10 tahun kembali turun dan kini berada di level 6,57% yang diikuti dengan aliran dana investor masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar USD 75 juta berbanding terbalik dengan aliran dana investor asing yang keluar sebesar USD 170 juta. Di sisi lain obligasi AS bertenor 10 tahun relatif stagnan di kisaran 4,3-4,32% sepanjang pekan lalu.
Lalu April 2026, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat dan pertemuan FOMC akan menjadi perhatian. Data ekonomi AS yang akan keluar antara lain Producer Price Index (PPI) AS pada 14 April, penjualan ritel AS pada 21 April 2026. Kemudian Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada 28 April 2026 dan Produk Domestik Bruto (AS) pada kuartal pertama 2026 yang akan dirilis 30 April 2026.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249187/original/085359700_1749630481-PejalanKaki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532916/original/060441700_1628228762-bukalapak_4Image_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5014601/original/076569000_1732100199-IOH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309667/original/038381700_1785236105-saham1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5451553/original/075549900_1766308740-Key_Visual__KV__-_Superbank_Bukukan_Laba_Sebelum_Pajak_Rp122_4_Miliar_dan_Tembus_1_Juta_Transaksi_Per_Hari_hingga_November_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547394/original/088839400_1775457948-7f5b4b73-5b65-4e7d-810c-b7eefb501775.jpeg)