FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia, Begini Kata Analis

FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia pada 7 April 2026 waktu setempat. Analis menanggapi langkah FTSE tersebut.

Diterbitkan 09 April 2026, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan status Indonesia dalam kategori emerging market memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik, khususnya terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut dia, keputusan tersebut membantu meredam risiko arus keluar dana asing dalam jumlah besar dari investor global berbasis indeks.

"Keputusan FTSE yang tetap mempertahankan status Indonesia di emerging market memberi sentimen positif jangka pendek, karena mengurangi risiko outflow besar dari dana global berbasis indeks. Ini membantu menjaga kepercayaan investor, meskipun di tengah tekanan geopolitik, sehingga IHSG punya ruang untuk stabil dan rebound terbatas,” ujar Reydi kepada Liputan6,com, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, Reydi mengingatkan keputusan FTSE belum tentu menjadi acuan langsung bagi MSCI dalam evaluasi pasar Indonesia ke depan. Ia menilai MSCI tetap akan mempertimbangkan sejumlah indikator fundamental lain, termasuk free float, likuiditas, dan transparansi pasar.

"Untuk MSCI, keputusan FTSE ini bisa menjadi referensi, tapi tidak otomatis diikuti. MSCI akan tetap melihat faktor lain seperti free float, likuiditas, dan transparansi pasar. Artinya, selama isu-isu struktural ini belum sepenuhnya dibenahi, risiko evaluasi MSCI tetap ada,” katanya.

Di sisi lain, Reydi menambahkan kebijakan work from home (WFH) dan penahanan kenaikan harga BBM berpotensi memberi dampak positif terbatas terhadap pasar, terutama bagi sektor konsumsi, telekomunikasi, dan digital. Namun, menurut dia, faktor tersebut belum cukup kuat menjadi pendorong utama arah IHSG tanpa dukungan sentimen global dan arus dana asing.

 

FTSE Russell Mempertahankan Status Pasar Modal Indonesia

Sebelumnya, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell atau FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai status pasar negara berkembang sekunder. Namun, FTSE Russell tidak mempertimbangkan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam daftar pantauan dan akan terus memantau kemajuan reformasi pasar modal dan berinterasi dengan pelaku pasar.

Mengutip laman lseg.com, Rabu (8/4/2026),FTSE Russell terus memantau dengan cermat reformasi pasar modal Indonesia. Seiring peninjauan indeks pada Maret 2026 untuk Indonesia, FTSE Russell sedang meninjau kemajuan langkah-langkah reformasi yang dirancang untuk memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar secara keseluruhan.

"Indonesia telah memperkenalkan serangkaian inisiatif yang luas, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan minimum free float dan meningkatkan alat untuk mengawasi pasar,” demikian seperti dikutip dari keterangan FTSE Russell pada Selasa, 7 April 2026 waktu setempat.

Adapun langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya diidentifikasi terkait transparansi dan keandalan data. FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk menghimpun umpan balik.

 

Bakal Tinjau Lagi Juni 2026

FTSE Russell akan mengkonfirmasi perlakuan sekuritas Indonesia menjelang peninjauan indeks Juni 2026 dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan pemangku kepentingan.

Seiring pengumuman FTSE Russell itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan. IHSG melompat 2,85% ke 7.169. Indeks saham LQ45 mendaki 3,05% ke posisi 722,65. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.195,19 dan level terendah 7.118,58. Sebanyak 536 saham menguat sehingga angkat IHSG. 151 saham melemah dan 124 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.090.942 kali dengan volume perdagangan saham 21,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 10,4 triliun.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    Indonesia
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • FTSE Russell
  • Emerging Market
  • Pasar Keuangan