Buana Lintas Lautan Tambah Kapal Tanker LNG Kedua

Buana Lintas Lautan (BULL) menambah kapal untuk memperkuat posisi.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 18:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Emiten jasa perkapalan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menambahkan kapal tanker LNG kedua dengan kapasitas ± 78.000 DWT dan panjang keseluruhan ± 280 meter ke dalam armadanya, yang akan diserahterimakan pada kuartal pertama tahun 2026.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (12/3/2026), penambahan kapal tersebut guna memperkuat posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang melayani rute transportasi LNG untuk pasar domestik dan internasional.

Manajemen menilai, hal ini mencerminkan komitmen terhadap strategi Perusahaan untuk terus berkembang di segmen transportasi LNG melaluipertumbuhan organik seperti pembelian kapal tanker LNG dan pertumbuhan non-organik melalui akuisisi perusahaan kapal tanker LNG.

Terwujudnya pilar kedua dari strategi transformasi empat pilar BULL, yaitu Transportasi LNG, mencerminkan keyakinan Perusahaan terhadappasar LNG yang diperkuat oleh dimulainya Gelombang Ketiga Ekspansi LNG yang akan menghasilkan kapasitas fasilitas pencairan gas barulebih dari 200 juta ton per tahun hingga tahun 2030, dengan hampir 97 juta ton per tahun kapasitas baru yang akan hadir pada tahun 2025 dan 2026, dan mencapai produksi maksimum pada tahun 2026 dan 2027.

Hal ini juga akan menyebabkan pengiriman kargo tambahan ke Asia yang akan sangat meningkatkan permintaan ton-mile untuk kapal tanker LNG sehingga mengalami pertumbuhan kumulatif sebesar 30,7% selama tahun 2026-2027 dibandingkan dengan pertumbuhan armada sebesar 19,2%, sehingga mengakibatkan pengetatan pasar sebesar 11,5%.

Faktor Geopolitik Iran dan Rusia

Selain itu, perkembangan geopolitik terkait Iran dan Rusia akan semakin memperkuat ekspansi permintaan ton-mile ini, telah menyebabkan tarif kapal tanker LNG melonjak hampir 18 kali lipat sejak akhir Februari 2026.

Pada minggu lalu dilaporkan bahwa sebuah kapal tanker LNG disewa dengan harga USD 300.000 per hari untuk kargo spot.

Seiring dengan terus menguatnya faktor-faktor ini dan semakin diperkuat oleh berlakunya perjanjian perdagangan dengan AS secara global yang akan secara radikal mengubah trayek perdagangan untuk kapal tanker LNG, tarif kapal tanker LNG diperkirakan akan tetap kuat dan kemungkinan akan semakin menguat.

 

 

 

Komitmen Perusahaan BULL

Perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan transformasi BULL dengan membangun 4 pilar bisnis:

1. Transportasi minyak mentah dan produk minyak di dalam negeri dan global

2. Transportasi LNG di dalam negeri dan global

3. FPSO/FSO (Floating Production Storage Offloading/Floating Storage Offloading) untuk fasilitas produksi dan penyimpanan minyak mentah dan gas alam lepas pantai

4. Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk regasifikasi LNG. 

Strategi 4 pilar bisnis ini dirancang untuk mendiversifikasi pendapatan di seluruh sektor pelayaran, infrastruktur, dan produksi minyak dan gas, menyeimbangkan siklus antara bisnis spot dengan margin tinggi dan stabilitas bisnis berbasis kontrak, meningkatkan disiplin modal melalui investasi dan kemitraan selektif, memanfaatkan sinergi operasional dan teknis di seluruh armada, memposisikan Perusahaan untuk transisi energi, sambil mempertahankan eksposur terhadap sektor minyak dan gas.

 

Â