Rekomendasi Saham 13 Agustus 2026: TPIA, BREN, DSSA, KOTA hingga BIPI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat di kisaran 6.300-6.450 pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026).

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026). Analis menilai, potensi kenaikan IHSG itu setelah MSCI mengumumkan Indonesia tetap di emerging markets. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,69% dan disertai dengan aksi beli saham oleh aksi beli investor asing Rp 483 miliar pada perdagangan saham Rabu, 12 Agustus 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham PTRO, BREN, CUAN, BRPT dan BBCA.

“Setelah pengumuman MSCI tetap di emerging market, IHSG berpotensi lanjut menguat kembali. Asalkan tetap berada di atas 6.300, target IHSG ke 7.300 middle term,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.300-6.320 dan level resistance 6.400-6.450 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Rekomendasi Saham  

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA),PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: TPIA, BREN, DSSA, KOTA, BNBR, dan BIPI

  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 2.150-2.160, cutloss di bawah 2.120. Target dekat di 2.200-2.260.
  • BREN Buy if Break 3750, dengan target dekat di 3.830-3.880. Cutloss di bawah 3.700.
  • DSSA Spec Buy dengan area beli di 980-1.000, cutloss di bawah 980. Target dekat di 1.035-1075.
  • KOTA Spec Buy dengan area beli di 177-180, cutloss di bawah 173. Target dekat di 185-200.
  • BNBR Spec Buy dengan area beli di 100-102, cutloss di bawah 100. Target dekat di 104-111.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 154-155, cutloss di bawah 151. Target dekat di 157-163.   

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 12 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (12/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan menjelang pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melonjak 1,69% ke posisi 6.373,84. Indeks saham LQ45 bertambah 1,29% menjadi 633,84.Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kenaikan IHSG yang signifikan ini terjadi setelah IHSG turun tajam pada Selasa, 11 Agustus 2026. Saat itu, IHSG melemah 1,5% ke 6.267 pada Selasa kemarin.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, pelaku pasar mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia menyusul pengumuman resmi MSCI yang dijadwalkan dini hari nanti.

"Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten. Adapun saham-saham konglomerasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO tercatat menjadi top movers yang menyumbang poin kenaikan IHSG paling substansial,” kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

 

Ia menambahkan, bahkan penguatan tidak hanya terjadi di saham grup Barito, melainkan berdampak ke emiten komoditas dan teknologi pendukung seperti DSSA, DCII, dan BRMS yang terdorong oleh perbaikan sentiment foreign flow atau aliran dana investor asing yang masuk.

“Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada Selasa sebelumnya,” tutur Nafan.

Ia mengatakan, saat ini, para pelaku pasar juga mencermati rilis data inflasi Juli AS yang diproyeksikan melandai ke 3,4% YoY, memperkuat ekspektasi dovish The Fed.

“Sedangkan dari domestik, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor institusi,” ujar Nafan.