IHSG Dibuka Anjlok Lebih dari 1%, Sektor Teknologi Jadi Beban Terberat

Melanjutkan penurunan dari awal pekan, IHSG tertekan hingga menyentuh level 6.074 pada Selasa pagi seiring melemahnya 465 saham.

Diterbitkan 29 September 2026, 09:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan saham Selasa (29/9/2026). Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi pada awal pekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka melemah ke posisi 6.118,80 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.147,85. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG masih tertekan dengan penurunan 0,72 persen ke level 6.100,30.

Tekanan kian mendalam hingga pukul 09.06 WIB, di mana IHSG ambles 1,18 persen ke level 6.074,95. Sementara itu, indeks saham LQ45 turut terkoreksi 1,24 persen menjadi 604,77.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.126,61 dan level terendah di 6.070,73.

Sebanyak 465 saham tertekan hingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara itu, 118 saham menguat dan 139 saham bergerak stagnan.

Pada awal sesi, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 120.986 kali dengan volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 1,2 triliun.

Seluruh Sektor Merah

Dari 11 sektor pembentuk indeks, seluruhnya mengalami koreksi. Penurunan terbesar dibukukan oleh sektor teknologi yang melemah 3,84 persen, disusul sektor transportasi yang melemah 1,91 persen, serta sektor energi yang anjlok 1,81 persen.

Sebagai pembanding, pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup turun 94,03 poin atau 1,51 persen ke level 6.147,86. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 9,30 poin atau 1,50 persen menjadi 611,81.

Prediksi IHSG Hari Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (29/9/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 6.088-6.111. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 1,51% ke posisi 6.147, dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat, pergerakannya pun telah menutup gap pada perdagangan saham Senin, 28 September 2026.

“Kami memperkirakan, downtrend yang terjadi pada IHSG saat ini masih membentuk bagian dari wave a dari wave (x) pada label hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.041,5.984 dan level resistance 6.297,6.419.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.050-6.250.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI menguat 3,33% ke 11.625 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan MA20. "Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada di awal wave [v] dari wave 3,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 11.475-11.600

Target Price: 12.050, 12.500

Stoploss: below 11.225

 

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT terkoreksi 2,32% ke 1.475 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi downtrend pada BRPT saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii],” kata dia.

Buy on Weakness: 1.420-1.460

Target Price: 1.550, 1.695

Stoploss: below 1.380

 

3.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Spec Buy

Saham PSAB terkoreksi 0,93% ke 530 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, tetapi koreksinya mampu tertahan oleh MA60.

Herditya menuturkan, saat ini, posisi PSAB diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (1) pada label hitam, atau bagian dari wave 3 dari wave (3) pada label merah.

Spec Buy: 486-505

Target Price: 555, 575

Stoploss: below 478

 

4.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Sell on Strength

Saham PTRO bergerak terkoreksi dan ditutup pada level 5.300, pergerakannya masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.

“Kami perkirakan, posisi PTRO saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave [e] dari wave X pada pola triangle,” kata dia.

Ia menambahkan, hal tersebut berarti penguatannya diperkirakan akan relatif terbatas dan rawan melanjutkan koreksinya kembali, adapun area koreksi yang dapat diperkirakan berada di 4.510-4.830.

Sell on Strength: 5.350-5.450

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • Pembukaan IHSG