Republik Kapital Lepas 90,76 Juta Saham CBRE, Ini Tujuannya

Sejumlah pemegang saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melakukan transaksi penjualan dan pembelian saham CBRE. Berikut rinciannya.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), perusahaan bergerak di usaha angkutan laut yakni PT Republik Capital Indonesia melepas saham CBRE pada awal Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk rebalancing portofolio.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (13/8/2026), Republik Capital Indonesia melepas 90.761.349 saham CBRE dengan harga Rp 700 per saham pada 6 Agustus 2026. Dengan demikian, nilai penjualan saham CBRE itu mencapai Rp 63,53 miliar.

“Tujuan transaksi rebalancing portofolio dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Republik Capital Indonesia memiliki 9,30% saham CBRE atau setara 422,23 juta saham CBRE. Sebelumnya CBRE mengenggam 513 juta saham CBRE atau setara 11,30%.

Di sisi lain, pemegang saham lainnya yakni Andry Hakim membeli 22.761.349 saham CBRE dengan harga Rp 700 per saham pada 6 Agustus 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham mencapai Rp 15,93 miliar.

“Tujuan transaksi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutiip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham,  Andry Hakim menggengam 252.761.423 saham CBRE atau setara 5,57%. Sebelumnya, ia memiliki 230.000.074 saham CBRE.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Berdasarkan data RTI, harga saham CBRE ditutup naik 2,26% menjadi Rp 680 per saham pada penutupan perdagangan saham 12 Agustus 2026. Harga saham CBRE dibuka stagnan ke posisi Rp 665 per saham. Saham CBRE berada di level tertinggi Rp 685 dan level terendah Rp 660 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.404 kali dengan volume perdagangan saham 49.321 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,3 miliar.

Investor Kripto Gabriel Rey Borong Saham CBRE, Siap Ekspansi ke Bisnis Migas

Sebelumnya, minat investor terhadap sektor energi nasional kembali terlihat di pasar modal. Kali ini, investor yang dikenal luas di industri aset kripto, Gabriel Rey, tercatat mulai masuk ke saham PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE) menjelang aksi rights issue perseroan.

Nama Gabriel Rey selama ini identik dengan industri kripto melalui platform TRIV. Namun, langkah terbaru ini menunjukkan ekspansi investasinya ke sektor minyak dan gas (migas), yang dinilai memiliki prospek jangka panjang di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 April 2026, Gabriel Rey tercatat menggenggam saham CBRE melalui perusahaan investasinya, PT Pukul Rata Kanan.

Jumlah saham yang dimiliki mencapai 46 juta lembar atau setara dengan 1,01% kepemilikan di emiten tersebut. Aksi masuknya Gabriel Rey terjadi menjelang pelaksanaan rights issue CBRE yang tengah menjadi perhatian pelaku pasar.

Masuknya investor baru dengan profil besar seperti Gabriel Rey dinilai memberi sentimen positif bagi saham CBRE. Selama ini Gabriel Rey dikenal aktif berinvestasi di berbagai sektor, terutama aset kripto. Selain itu, ia juga memiliki portofolio di sejumlah bisnis lain seperti top golf, anytime fitness hingga jungle padel.

 

Sektor Migas Dinilai Punya Prospek Jangka Panjang

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @gabrielrey99, Gabriel Rey menyampaikan pandangannya mengenai prospek sektor migas di Indonesia. Ia menilai gejolak makroekonomi global justru membuat sektor minyak dan gas menjadi salah satu bidang yang menarik untuk investasi jangka panjang. Menurutnya, kebutuhan energi nasional masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

"Seiring dengan meningkatnya gejolak makro global, sektor minyak dan gas (migas) menjadi salah satu sektor yang menarik untuk investasi jangka panjang," ujar Gabriel.

Gabriel juga menyoroti target pemerintah Indonesia yang ingin mendorong produksi minyak hingga 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak nasional masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

"Investasi tahap pertama ini menandai ekspansi Rata Kanan Capital ke sektor minyak dan gas (migas) melalui CBRE, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menangkap peluang pertumbuhan di sektor energi nasional," pungkasnya.