Liputan6.com, Jakarta - Investor tampaknya belum mendapatkan jeda sepanjang 2026. Namun, bank investasi Jefferies menilai tekanan di pasar saham kemungkinan segera berakhir dan pasar berpotensi melonjak.
Indeks saham utama turun pada Jumat pekan lalu setelah data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan ekonomi Amerika Serikat kehilangan 92.000 lapangan kerja pada Februari, jauh dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 50.000 pekerjaan.
Data tersebut menjadi masalah terbaru bagi investor tahun ini, yang juga harus menghadapi gangguan dari perkembangan AI, ketidakpastian tarif perdagangan, serta lonjakan harga minyak akibat konfrontasi Amerika Serikat dengan Iran.
Advertisement
Namun, analis Jefferies menilai investor tidak perlu terlalu khawatir karena rebound besar di pasar saham kemungkinan akan terjadi.
“Saya pikir kita akan reli dari titik ini,” kata Managing Director tim perdagangan ekuitas Jefferies, Michael Toomey, dikutip dari laman Business Insider.com, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pekan ini menjadi salah satu periode paling menyakitkan bagi kinerja pasar dalam waktu lama, dan berbagai indikator stres pasar saat ini justru sering menandakan mendekatinya titik terendah pasar.
Meski demikian, prospek beberapa bulan ke depan masih belum sepenuhnya jelas. Laporan ketenagakerjaan terbaru dapat memicu kekhawatiran perlambatan konsumsi jika pasar tenaga kerja mulai melemah. Selain itu, jika konflik dengan Iran berlarut-larut, harga minyak yang tinggi berpotensi memicu tekanan inflasi baru.
Meski begitu, Toomey menyebutkan beberapa alasan yang menunjukkan aksi jual saham belakangan ini kemungkinan sudah mendekati titik terendah.
1. Harga Minyak Sudah Terlalu Mahal (Overbought)
Toomey mengatakan harga minyak mentah saat ini berada pada level overbought tertinggi kedua sepanjang sejarah berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI). Kondisi ini menunjukkan tekanan kenaikan harga kemungkinan segera mereda, yang dapat menenangkan kekhawatiran inflasi di kalangan investor.
Namun, ia mengingatkan bahwa ini hanya pengamatan teknikal dan belum memperhitungkan perkembangan politik dunia.
“Satu-satunya periode ketika kondisinya lebih ekstrem adalah saat Perang Teluk tahun 1990,” kata Toomey.
Ia menambahkan bahwa karena harga minyak sering berkorelasi terbalik dengan saham, ketika minyak berhenti naik, pasar saham cenderung terbantu.
Alasan Berikutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
2. Lonjakan Kontrak VIX Jangka Pendek
Investor sering membeli kontrak pada CBOE Volatility Index (VIX) untuk melindungi portofolio dari penurunan saham. Belakangan ini, kontrak VIX jangka pendek melonjak lebih tinggi dibanding kontrak jangka panjang. Ini menunjukkan investor sangat khawatir terhadap risiko dalam beberapa minggu ke depan.
Secara historis, tingkat ketakutan yang tinggi seperti ini justru sering menjadi sinyal bullish secara kontrarian. Menurut Toomey, ini merupakan level tertinggi sejak kekhawatiran tarif perdagangan pada April tahun lalu. Secara historis, kondisi seperti ini sering menjadi waktu yang baik untuk membeli saham.
3. Indeks Fear & Greed CNN Menunjukkan Pesimisme Tinggi
Indikator CNN Fear & Greed Index juga menunjukkan tingkat pesimisme investor yang tinggi. Seperti indikator sebelumnya, pesimisme ekstrem sering menjadi sinyal kontrarian yang menandakan potensi kenaikan pasar berikutnya.
Advertisement
Alasan Selanjutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430073/original/042665900_1684234026-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_1.jpg)
4. Korelasi Antar Saham S&P 500 Tinggi
Sentimen negatif investor juga terlihat dari tingginya korelasi implisit antar saham di indeks S&P 500. Kondisi ini menunjukkan investor menjual saham secara luas tanpa membedakan kualitasnya, karena kepanikan di pasar. Situasi seperti ini sering muncul mendekati titik terendah pasar.
5. Momentum Short Mulai Melambat
Indeks momentum long-short mulai kembali normal pada Jumat (6/3) pagi setelah beberapa hari sebelumnya sangat mendukung posisi short (bertaruh pada penurunan harga). Hal ini bisa menjadi tanda bahwa pesimisme di pasar mulai mereda.
6. Aktivitas Perdagangan ETF Sangat Tinggi
Terakhir, saham ETF menyumbang sekitar 42% dari total volume perdagangan pada Jumat, naik dari rata-rata normal di kisaran 30%.Menurut Toomey, meningkatnya porsi perdagangan ETF biasanya terjadi ketika investor sangat takut dan menghindari membeli saham individual.
“Level ini masih sangat tinggi dan menunjukkan tekanan besar di pasar. Saya tidak ingat ada periode di mana aktivitas ETF setinggi ini selama waktu yang lama," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182875/original/042479600_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)