Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 2 Maret 2026

Berikut strategi rekomendasi saham saat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Senin, (2/3/2026).

Diterbitkan 02 Maret 2026, 06:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (2/3/2026). IHSG hari ini berpotensi ke posisi 8.440-8.650. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat ke 8.235 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave © dari wave [x] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.025,7.861 dan level resistance 8.306,8.437.

Adapun untuk sentimen sepekan, Herditya menuturkan, IHSG akan dipengaruhi sejumlah hal antara lain rilis data neraca dagang Indonesia, rilis data manufaktur China dan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat. “Ketiga, pergerakan harga komoditas dunia,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 8.150-8.330.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

 

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness

Saham INDY menguat 4,26% ke 3.670 dan disertai dengan munculnya volume beli. “Pada label hitam, kami memperkirakan pergerakan INDY sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.470-3.620

Target Price: 3.910, 4.200

Stoploss: below 3.320

 

2.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness

Saham TAPG menguat 8,33% ke 1.625 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi TAPG saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.550-1.605

Target Price: 1.670, 1.745

Stoploss: below 1.535

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness

Saham TLKM terkoreksi 3,01% ke 3.540 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, penutupannya pun berada di bawah MA60. “Kami memperkirakan, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c],” ujar dia.

Buy on Weakness: 3.410-3.510

Target Price: 3.660, 3.810

Stoploss: below 3.390

 

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR menguat 3,03% ke 2.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (5),” kata dia.

Buy on Weakness: 2.370-2.340

Target Price: 2.490, 2.590

Stoploss: below 2.300

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 27 Februari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada perdagangan saham Jumat (27/2/2026).IHSG hari ini yang stabil di tengah nilai transaksi harian saham mencapai Rp 38,2 triliun dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini stabil di posisi 8.235,48, naik 0,22 poin. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,42% menjadi 834,36. Sebagian besar indeks saham acuan memerah. Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.246,95 dan level terendah 8.093,74.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, pergerakan IHSG seiring penantian sejumlah data indikator ekonomi penting pada pekan depan.

Sebelumnya, IHSG bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif ketidakpastian tarif Amerika Serikat (AS), peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia dari S&P Global Ratings, serta rebalancing MSCI pada akhir bulan.

“Pada pekan depan, dari dalam negeri, dijadwalkan rilis sejumlah data indikator ekonomi penting, di antaranya S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026, yang ketiga data itu akan dirilis pada Senin,2 Maret 2026,” ujar dia dikutip dari Antara.

Selain itu, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa periode Februari 2026 pada Jumat, 6 Maret 2026.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Dari AS, pelaku pasar menantikan beberapa data ekonomi, diantaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm Payrolls (NFP), unemployment rate dan Retail Sales.

Dari tingkat global, Rata menuturkan, pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi, diantaranya inflasi periode Februari 2026 di Euro Area, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence dari Jepang, serta retail sales dari Euro Area.

Sebanyak 315 saham melemah sehingga bebani IHSG. 341 saham menguat dan 163 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.526.942 kali dengan volume perdagangan saham 47,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 38,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.779.