Daftar 38 Emiten yang Kena Suspensi Gara-Gara Belum Penuhi Aturan Free Float

Berikut daftar 38 emiten yang kena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena belum penuhi aturan free float.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek mengenai sanksi pemenuhan saham free float per 31 Desember 2025 terhadap 38 emiten.

Adapun berdasarkan pemantauan BEI, hingga 29 Januari 2026 terdapat 38 emiten perusahaan tercatat yang belum memenuhi ketentuan V.1.1 dan V.1.2 Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Bursa telah mengenakan peringatan tertulis III dan denda Rp 50 juta kepada perusahaan tercatat yang tidak memenuhi ketentuan V.1.1. dan/atau V.1.2. Peraturan Bursa Nomor I-A. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa akan mengenakan sanksi Suspensi Efek kepada Perusahaan Tercatat atas belum dipenuhinya ketentuan V.1.1. dan/atau V.1.2. Peraturan Bursa Nomor I-A sampai dengan periode pemantauan berikutnya.

Berikut 38 emiten yang kena suspensi karena belum penuhi free flot:

1.PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)

2.PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)

3.PT Cowell Development Tbk (COWL)

4.PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)

5.PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)

6.PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)

7.PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)

8.PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)

9.PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)

10.PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)

11.PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)

12.PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI(

13.PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS)

14.PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)

15.PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)

16.PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

17.PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)

18.PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)

19.PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

20.PT Metro Realty Tbk (MTSM)

 

Saham Emiten Lainnya

21.PT Asia Pasific Investama Tbk (MYTX)

22. PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)

23.PT Polaris Investama Tbk (PLAS)

24.PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)

25.PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)

26.PT Kedoya Adyraya Tbk (RSGK)

27.PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)

28.PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)

29.PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)

30.PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)

31.PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

32.PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)

33.PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)

34.PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)

35. PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)

36.PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)

37.PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)

38.PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO).

Kinerja IHSG

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan 26-30 Januari 2026. Aksi jual oleh investor asing menambah beban IHSG.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (1/2/2026), IHSG anjlok 6,34% ke posisi 8.329,60. Pada pekan ini, IHSG berada berada di level tertinggi 9.058,04 dan level terendah 7.481,98.

Seiring koreksi IHSG, kapitalisasi pasar saham turun 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari pekan lalu Rp 16.244 triliun. Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp 33,85 triliun pada pekan lalu.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Sementara itu, volume transaksi harian merosot 3,69% menjadi 63,3 miliar saham dari 65.73 miliar saham pada pekan lalu.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing melakukan aksi jual saham sebesar Rp 13,92 triliun selama sepekan. Aksi jual saham ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,25 triliun.