IATA Targetkan Produksi Batu Bara 7,85 Juta MT di 2026

Target produksi batu bara ini akan disumbang dari 3 IUP OP milik IATA.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menargetkan total produksi batu bara sebesar 7,85 Juta metric ton (MT) di 2026, naik 179 persen dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Tahun lalu, perusahaan memproduksi 3,56 juta MT batu bara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT, atau sekitar 80 persen dari RAKB.

Target ini akan disumbang dari 3 IUP OP yakni PT Arthaco Prima Energy sebesar 3 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) sebesar 1,10 juta MT dan PT Putra Muba Coal sebesar 3,75 juta MT.

Namun demikian, target produksi 2026 masih ini bersifat indikatif (menunggu persetujuan), sesuai dengan pengajuan RKAB ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid berupa cadangan batubara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional," kata manajemen IATA dalam keterangan, Jumat (9/1/2026).

Sebagai informasi, IUP-OP APE memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT, terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang +10 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta terpasang geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh.

Memiliki 2 jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT/hari, serta akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) 4 feeder berkapasitas 40.000 MT/hari. Lalu Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 mT/bulan dan akan dinaikan menjadi 1200.000 MT/bulan.

Kegiatan operasional diperkuat dukungan tongkang milik PT Karya Pacific Investama, selaku pemegang saham IATA. Bekerja sama dengan kontraktor PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) dengan nilai kontrak Rp5 triliun dan sudah Ist digging pada awal Januari 2026.

Cadangan Lainnya

Sementara itu, IUP-OP IBPE memiliki cadangan batu bara sebesar 25 juta MT, terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang ‡3,5 km dan tidak bersinggungan dengan jalan umum, dan menggunakan pelabuhan yang sama dengan IUP-OP PMC.

Selanjutnya, IUP-OP PMC memiliki cadangan batu bara sebesar 54,8 juta MT, terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang +17 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum dan 100 persen jalan dalam kondisi all weather roads.

Fasilitasi muat terdiri dari 1 jetty BLC dengan kapasitas 10.000 MT/hari dan 3 jetty manual berkapasitas 15.000 MT/hari. Memiliki kapasitas stockpile 350.000 MT yang diperkuat dengan dukungan armada tug boat/tongkang dari group sendiri PT Karya Pacific Shipping, bagian dari pemegang saham IATA.

"Dengan fondasi operasional yang semakin matang, infrastruktur yang memadai, serta kolaborasi strategis dengan kontraktor terkemuka. IATA yakin dapat mencapai target 2026 dan memperkuat posisinya sebagai pemain pertambangan batubara nasional yang terus tumbuh berkelanjutan," jelas dia.