CDIA Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia Lewat Tambahan Armada Logistik

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menyatakan, kapal logistik kimia cair mulai beroperasi 2026.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 06:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usaha di pilar logistik, PT Chandra Shipping International (CSI) meluncurkan armada kapal logistik kimia cair terbaru berkapasitas 9.000 Deadweight Tonnage (DWT) bernama Novah.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (11/12/2025), kapal ini akan beroperasi mulai Maret 2026 untuk melayani rute domestik maupun internasional. Dengan kemampuan beroperasi lintas wilayah, kehadiran kapal Novah meningkatkan fleksibilitas serta kapasitas logistik CDI Group dalam mendukung kebutuhan industri kimia yang terus berkembang.

Dalam proses pembangunannya, CDI Group bermitra dengan Usuki Shipyard, galangan kapal terkemuka asal Jepang yang juga menyediakan teknologi terkini untuk memastikan efisiensi operasional armada. Kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kapal yang andal, modern, dan sesuai dengan kebutuhan distribusi komoditas kimia cair. Sebagai salah satu aset logistik utama, kapal Novah memainkan peran strategis dalam memperkuat layanan infrastruktur industri CDI Group. Kehadiran kapal ini memastikan kelancaran rantai pasok sekaligus meningkatkan konektivitas perdagangan lintas negara.

Penambahan kapal melalui CSI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi industri kimia yang dijalankan oleh Chandra Asri Group selaku induk usaha.

Pengembangan Pabrik Chlor Alkali dan Pabrik EDC (Ethylene Dichloride) membutuhkan solusi logistik kimia cair yang aman, efisien, dan berkapasitas besar untuk menjamin distribusi bahan baku maupun produk hilir ke berbagai pasar.

Saat ini, CSI telah mengoperasikan dua belas armada kapal, dan dengan hadirnya kapal Novah, CDI Group semakin mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur industri yang terintegrasi. Penambahan armada ini memperkuat kontribusi CDI Group dalam mendukung pertumbuhan sektor industri, baik di tingkat nasional maupun regional.

CDIA Perkuat Infrastruktur Melalui Fasilitas Tangki Bitumen

sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang juga dikenal sebagai CDI Group, telah mengambil langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur nasional. Chandra Daya Investasi resmi memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas tangki bitumen berkapasitas total 12.000 meter kubik.

Proyek vital ini dilaksanakan melalui anak usahanya di pilar kepelabuhanan dan penyimpanan, PT Redeco Petrolin Utama (RPU). Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan dan penanganan pasokan bitumen secara terintegrasi di Indonesia.

Fasilitas ini akan terdiri dari tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m³, 4.000 m³, dan 5.000 m³.

Proyek ini merupakan langkah strategis PT Chandra Daya Investasi Tbk dalam memperkuat penyediaan infrastruktur industri yang terintegrasi. Fasilitas ini juga akan mendukung integrasi aset-aset Chandra Asri Group sebagai induk usaha CDI Group, dengan Aster Chemicals and Energy Pte Ltd berperan sebagai pemasok bitumen.

 

 

Perkuat Integrasi

Presiden Direktur grup CDI, Fransiskus Ruly Aryawan menuturkan, pembangunan fasilitas ini merupakan langkah penting untuk memperkuat integrasi infrastruktur industri. Dengan rekam jejak RPU yang kuat di sektor kepelabuhanan dan penyimpanan sejak 1986 di Merak, Banten, CDI Group siap berkontribusi pada pengembangan infrastruktur nasional.

Dengan penambahan fasilitas ini, RPU akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan yang menampung berbagai produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas, dan bitumen sebagai produk cair baru. RPU juga memiliki dan mengoperasikan dua dermaga yang terhubung dengan jaringan tangki penyimpanan, memungkinkan layanan bongkar muat yang efisien.

Fasilitas penyimpanan bitumen tersebut direncanakan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, menandai komitmen PT Chandra Daya Investasi Tbk dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur penting untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.