IHSG Merosot Usai Cetak Rekor Tertinggi, Ini Kata Analis

Setelah mencetak rekor tertinggi, IHSG ditutup melemah pada Kamis, 27 November 2025. Sektor finansial dan teknologi disebut menjadi pemicu utama koreksi ini.

Diterbitkan 27 November 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan saham Kamis, (27/11/2025), di zona merah. Pelemahan IHSG hari ini terjadi setelah IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham Rabu, 26 November 2025.

Data menunjukkan IHSG tergelincir 0,65% ke posisi 8.545,86, menandai koreksi yang cukup signifikan setelah euforia rekor baru.

Koreksi IHSg dipicu oleh aksi profit taking dan potensi outflow asing pada saham-saham perbankan, meskipun bursa global dan regional mayoritas menguat. Kondisi ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks, di mana sentimen domestik dan global saling memengaruhi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG ini terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa global dan regional, serta nilai tukar Rupiah yang menguat terhada dolar Amerika Serikat.

“Kami mencermati pelemahan IHSG dibebani oleh sektor finansial dan techno, nampaknya hal ini cukup wajar mengingat IHSG telah membentuk ATH baru di  mana diperkirakan adanya aksi profit taking meskipun tidak menutup kemungkinan adanya outflow asing pada emiten perbankan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Untuk perdagangan saham Jumat, 28 November 2025, Herditya perkirakan berpeluang rebound dengan level support 8.506 dan resistance 8.563.

“Sentimennya dimungkinkan efek dari tekanan jual hari ini yang kemungkinan akan membuat rebound,” kata dia.

 Bersamaan dengan IHSG, indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, dengan penurunan sebesar 1,47% ke posisi 852,02.

Sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar, mencapai level tertinggi 8.622,26 dan level terendah 8.521,49. Aktivitas perdagangan menunjukkan dominasi saham yang melemah, di mana 382 saham tercatat turun, sementara 283 saham menguat, dan 144 saham lainnya stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.962.871 kali, dengan volume perdagangan mencapai 51,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham pada hari tersebut tercatat sebesar Rp 27,7 triliun. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau berada di kisaran 16.625.

Sektor Pemicu Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG pada perdagangan Kamis lalu tidak merata di semua sektor. Beberapa sektor justru menjadi beban utama yang menyeret indeks ke zona merah. Sektor consumer nonsiklikal mengalami koreksi terbesar dengan penurunan 0,74%, diikuti oleh sektor kesehatan yang merosot 0,52%.

Selain itu, sektor energi terpangkas 0,25%, sektor consumer siklikal turun 0,12%, sektor keuangan melemah 0,15%, dan sektor teknologi juga terpantau turun 0,27%. Variasi pergerakan sektor ini menunjukkan adanya rotasi atau fokus investor pada sektor-sektor tertentu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa koreksi IHSG ini terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa global dan regional, serta apresiasi nilai tukar Rupiah. Menurutnya, pelemahan IHSG dibebani oleh sektor finansial dan teknologi. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh aksi profit taking setelah IHSG membentuk rekor tertinggi baru, serta potensi adanya outflow asing pada emiten perbankan.

Rekor IHSG

Sebelum mengalami koreksi, IHSG sempat mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan Rabu, 26 November 2025, IHSG melompat 0,94% dan ditutup pada posisi 8.602,13, menembus level 8.600. Kenaikan ini didorong oleh harapan penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang probabilitasnya meningkat menjadi 80%.

Penguatan IHSG juga didukung oleh kinerja positif emiten-emiten konglomerasi yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Sentimen positif dari ekspektasi kebijakan moneter The Fed ini memberikan dorongan signifikan bagi pasar saham domestik.

Bahkan, pada Senin, 24 November 2025, IHSG sudah menembus level all-time high di 8.570. Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed menjadi faktor pendorong utama di balik serangkaian rekor yang dicetak IHSG dalam beberapa hari terakhir.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • IHSG Hari Ini
  • Perdagangan Saham
  • Rekor IHSG