Saham Chandra Daya Investasi (CDIA) Melonjak 34,74% saat Perdagangan Perdana

Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu, (9/7/2025).Berikut pergerakan harga saham CDIA.

Diperbarui 09 Juli 2025, 11:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7/2025). Chandra Daya Investasi menjadi perusahaan tercatat ke-17 di BEI pada 2025. 

Setelah IPO, pergerakan harga saham CDIA melonjak 34,74% ke level Rp 256 dari harga IPO di Rp 190 per saham.

Presiden Direktur CDIA, Fransiskus Ruly Aryawan mengatakan seiring dengan pencatatan saham CDIA di perusahaan Efek Indonesia, langkah ini merupakan pencapaian strategis dan tonggak baru dalam perjalanan sebagai perusahaan infrastruktur yang memiliki ambisi untuk mendukung pertumbuhan industri dan membangun konektivitas ekonomi di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika didukung oleh infrastruktur yang efisien, terintegrasi, dan resiliensi terhadap tantangan masa depan. Dengan portfolio kami di sektor utama energi, air, kepelabuhan, dan penyimpanan, serta logistik, kami ingin memposisikan diri kami sebagai mitra pertumbuhan strategis di sektor infrastruktur,” kata Fransiskus, dalam sambutannya.

Saham CDIA mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran.  

Penggunaan Dana IPO

CDIA melepas sebanyak 12,48 miliar saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO, dengan harga penawaran Rp190 per saham.

Dari penawaran umum perdana saham (IPO) tersebut, Chandra Daya Investasi berhasil meraih dana sebesar Rp2,37 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan sepenuhnya untuk memperkuat lini bisnis logistik serta kepelabuhan dan penyimpanan yang dijalankan oleh entitas anak.

Dalam prospektus, manajemen menyebutkan sekitar Rp871,76 miliar akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha di bidang logistik, yaitu CSI dan MIM, untuk pembelian kapal dan mendukung operasional.

Sementara sekitar Rp1,48 triliun akan digunakan untuk menyuntik modal ke CSP dan CCP, yang akan mengembangkan fasilitas tangki penyimpanan, pipa saluran etilena, serta infrastruktur pendukung lainnya.

 

IPO, CDIA Incar Dana Segar Rp 2,37 Triliun

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan lagi emiten pendatang baru. Hal ini seiring PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

PT Chandra Daya Investasi Tbk melepas 12.482.937.500 saham atau 12,48 miliar saham ke publik dalam rangka IPO. Jumlah saham yang dilepas itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 100 per saham.Demikian seperti dikutip dari prospektus perseroan di laman e-ipo, Kamis (19/6/2025).

Dalam rangka IPO ini, Perseroan menawarkan harga penawaran di kisaran Rp 170-Rp 190 per saham. Jadi dana IPO yang akan diterima Perseroan maksimal Rp 2,37 triliun.

Perseroan akan memakai dana IPO itu antara lain sekitar Rp 871,75 miliar untuk disalurkan melalui penyetoran modal kepada perusahaan anak Perseroan yang termasuk dalam bisnis logistik yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).

Seluruh dana yang diperoleh CSI akan disalurkan kembali sebagian melalui penyetoran modal kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI) dan sisanya akan dipakai untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional.

“Dana yang diperoleh oleh CMI dan MIM akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional,” seperti dikutip dari prospectus Perseroan.

 

Dana IPO Lainnya

Selain itu, sekitar Rp 1,5 triliun akan disalurkan CDIA melalui penyetoran modal kepada perusahaan anak Perseroan yang termasuk dalam bisnis pelabuhan dan penyimpanan yakni PT Chandra Samudera Post (CSP) yang kemudian akan disalurkan kembali melalui penyertaan modal ke PT Chandra Cilegon Port (CCP).

“Dana yang diperoleh oleh CCP akan digunakan untuk keperluan pembuatan tangka penyimpanan, pipa saluran ethylene dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya,” demikian seperti dikutip.

Perseroan menyatakan, jika dana hasil IPO tidak mencukupi, Perseroan masih memiliki berbagai alternatif pembiayaan yakni kas internal dan fasilitas pembiayaan lainnya.

Jadwal IPO

  • Masa penawaran awal pada 19-24 Juni 2025
  • Tanggal efektif pada 30 Juni 2025
  • Masa penawaran umum perdana saham pada 2-4 Juli 2025
  • Tanggal penjatahan pada 4 Juli 2025
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 Juli 2025
  • Tanggal pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2025

Susunan Pemegang Saham

Sebelum IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 66,67%
  • Phoenix Power sebesar 33,33%
  • Masyarakat –

Setelah IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 60%
  • Phoenix Power sebesar 30%
  • Masyarakat sebesar 10% 

Penjamin Pelaksana Emisi Efek

Perseroan telah menunjuk sejumlah penjamin pelaksana emisi efek dalam rangka IPO. Penjamin emisi efek itu antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.