Sukses

Wall Street Beragam Sambut Akhir Pekan, Investor Cermati Kasus COVID-19 di China

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Jumat, 25 November 2022. Penguatan wall street di tengah perdagangan pada pekan ini yang pendek karena ada libur Thanksgiving.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 152,97 poin atau 0,45 persen ke posisi 34.347,03. Indeks S&P 500 melemah 0,03 persen ke posisi 4.026,12.

Indeks Nasdaq tergelincir 0,52 persen ke posisi 11.226,36 yang didorong tekanan saham Activision Blizzard. Saham Activision Blizzar melemah 4 persen di tengah berita FTC dapat memblokir Microsoft untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

Selama sepekan, indeks Dow Jones naik 1,78 persen, indeks S&P 500 bertambah 1,53 persen. Indeks Nasdaq bertambah 0,72 persen.

Wall street awal pekan ini dibayangi sentimen pelaku pasar menunggu risalah dari pertemuan the Federal Reserve pada November 2022. Risalah menunjukkan bank sentral mengantisipasi perlambat laju kenaikan suku bunga ke depan yang memberi dorongan pada saham hingga akhir pekan ini bahkan di tengah sesi perdagangan yang bergejolak karena volume perdagangan yang rendah.

“Sebagian besar peserta menilai perlambatan laju kenaikan mungkin akan segera terjadi,” demikian bunyi risalah tersebut.

Sejumlah laporan laba perusahaan ritel yang solid menandakan beberapa kekuatan konsumen bahkan di tengah kekhawatiran pelemahan ekonomi juga mengangkat saham.

Kekhawatiran tentang lockdown yang berkelanjutan di China menjadi perhatian pasar. China meningkatkan pembatasan COVID-19 setelah melihat jumlah kasus yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada awal pekan ini, China melaporkan kematian COVID-19 pertama sejak Mei 2022.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sentimen Pekan Depan

Pekan depan, investor akan melihat lebih banyak lagi laporan laba dari perusahaan antara lain Kroger dan Ulta Beauty. Di sisi ekonomi, pelaku pasar akan mengamati komentar lebih lanjut dari pejabat the Federal Reserve, serta rilis laporan pengeluaran konsumsi pribadi pada Kamis, 1 Desember 2022, indikator indikasi inflasi pilihan bank sentral.

Jelang akhir pekan ini, saham Apple turun dua persen pada Jumat, 25 November 2022 setelah protes terjadi di pemasok utama produsen iPhone Foxconn di China. Analis dan investor juga khawatir penutupan manufaktur baru-baru ini dapat mengurangi pasokan pada musim liburan ini.

Saham Activision Blizzar, saham perusahaan video game turun lebih dari 4 persen setelah Politico melaporkan Komisi Perdagangan Federal akan menuntut memblokir akuisisi Activision Blizzard senilai USD 69 miliar dari Microsoft. Saham Microsoft cenderung mendatar.

Saham Coupa Software, saham perusahaan perangkat lunak melonjak 28,9 persen pada Rabu, 23 November 2022 setelah Bloomberg melaporkan Vista Equity Partners sedang jajaki akuisisi Coupa.

3 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street pada 23 November 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 23 November 2022 di tengah perdagangan yang bergejolak. Sesi perdagangan wall street yang bergejolak seiring risalah pertemuan dari the Federal Reserve (the Fed) sedang mencari cara untuk menaikkan suku bunga lebih kecil dalam beberapa bulan ke depan karena inflasi mereda.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 95,96 poin atau 0,28 persen ke posisi 34.194,06. Indeks S&P 500 bertambah 0,59 persen ke posisi 4.027,26. Indeks Nasdaq meningkat 0,99 persen menjadi 11.285,32.

Saham Nordstrom turun 4,24 persen setelah perseroan menegaskan kembali panduan prospeknya. Namun, Nordstrom mengalahkan harapan laba dan penjualan dalam rilis kinerja terbarunya, menurut konsensus Refinitiv.

Di sisi lain, saham Tesla naik 7,82 persen setelah Citi meningkakan saham menjadi netral dari posisi jual. Saham Deere melonjak 5,03 persen.

Sementara itu, risalah dari pertemuan the Federal Reserve pada November 2022 mengisyaratkan bank sentral melihat kemajuan dalam melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga yang berarti lebih kecil hingga akhir 2022 dan 2023.

"Sebagian besar peserta menilai perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi," bunyi risalah tersebut.

Dalam risalah disebutkan kelambatan dan besaran yang tidak pasti yang terkait dengan dampak tindakan kebijakan moneter pada aktivitas ekonomi dan inflasi adalah salah satu alasan yang dikutip mengenai mengapa penilaian semacam itu penting.

 

4 dari 4 halaman

Data Ekonomi AS

Sebelumnya pada November 2022, bank sentral menyetujui kenaikan suku bunga acuan 0,75 persen sebanyak empat kali berturut-turut yang membawa suku bunga ke level tertinggi sejak 2008. Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan 0,5 persen pada Desember 2022.

"Apa yang benar-benar ditunjukkan adalah Anda memiliki pasar yang gelisah tentang satu hal dan hanya satu hal, dan itu adalah Federal Reserve dan pemikiran mereka tentang kebijakan moneter,” ujar Chief Market Strategist B.Riley Financial Art Hogan.

Selain itu, data klaim pengangguran datang lebih tinggi dari yang diharapkan sebesar 240.000 untuk pekan yang berakhir 1 November 2022. Klaim pengangguran itu lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones 225 ribu. Namun, pada saat yang sama, pesanan barang tahan lama pada Oktober 2022 lebih kuat dari yang diperkirakan sebesar 1 persen, lebih tinggi dari perkiraan 0,5 persen.

Adapun pasar akan tutup pada perdagangan Kamis pekan ini untuk liburan Thanksgiving, dan akan tutup lebih awal pada Jumat, 25 November 2022.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • Wall Street
  • Indeks Dow Jones