Pramono Lanjutkan Penataan Kali Grogol, Kemanggisan Ditarget Bebas Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan akan dilanjutkan hingga tuntas.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI memastikan penataan Kali Grogol Kemanggisan dilanjutkan untuk atasi banjir.
  • Anggaran dialokasikan untuk 600 meter sisa penataan, termasuk tanggul dan jalan inspeksi.
  • Penataan ini bertujuan optimalkan daerah tangkapan air dan cegah banjir parah di masa depan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan akan dilanjutkan hingga tuntas sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan sisa penataan sepanjang sekitar 600 meter.

"Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini saya minta Sumber Daya Air (SDA) untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi jalan yang seperti ini," kata Pramono saat meninjau penataan Kali Grogol di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai. Pekerjaan tersebut juga dilengkapi pemasangan dinding penahan banjir atau parapet beton dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak-Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta membangun jalan inspeksi di sepanjang segmen tersebut sebagai akses bagi petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. Jalan inspeksi tersebut juga dilengkapi trotoar untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan akses bagi masyarakat di kawasan sekitar.

 

Cegah Limpasan Air

Penataan turut mencakup pembangunan saluran gendong yang sejajar dengan alur sungai untuk menampung dan mengalirkan limpasan air dari kawasan permukiman. Saluran tersebut berfungsi mencegah limpasan air dari permukiman langsung membebani tebing sungai.

"Dan nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapapun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini," ucapnya.

Pramono menegaskan, penataan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kawasan bantaran sungai, tetapi juga meningkatkan fungsi daerah tangkapan air (catchment area) agar penanganan banjir di Kemanggisan menjadi lebih optimal.

"Maka saya minta kepada Wali Kota dan juga minta hadir Seko Jakarta Barat, hadir Camat juga, ini harus dijaga bersama-sama," kata Pramono.

Ia mengungkapkan kawasan tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik yang kerap dilanda banjir. Berdasarkan masukan dari warga dan anggota DPRD DKI Jakarta, banjir di wilayah itu bahkan pernah mencapai atap rumah.

"Lima tahun yang lalu katanya banyak kalau banjir sampai dengan atap dan mudah-mudahan ini bisa kita tangani," Pramono menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6