Sukses

Perusahaan Investasi Milik Miliarder Warren Buffett Catat Rugi Setara Rp 42,30 Triliun pada Kuartal III 2022

Liputan6.com, New York - Kinerja keuangan perusahaan investasi Berkshire Hathaway milik miliarder Warren Buffett lesu hingga kuartal III 2022. Kerugian kuartalan terjadi dodorong penurunan investasi saham Berkshire di tengah pasar bak roller coaster.

Mengutip CNBC, ditulis Minggu (6/11/2022), Berkshire Hathaway membukukan rugi USD 2,69 miliar atau sekitar Rp 42,30 triliun (asumsi kurs Rp 15.724 per dolar AS) pada kuartal III 2022. Kondisi ini berbeda dari periode tahun sebelumnya untung USD 10,34 miliar. Kerugian itu terjadi lantaran penurunan investasi Berkshire di tengah pasar yang bergejolak bak roller coaster.

Berkshire menderita kerugian USD 10,1 miliar pada investasinya selama kuartal tersebut sehingga membawa penurunan menjadi USD 63,9 miliar. Warren Buffett mengatakan kepada investor kalau jumlah kerugian investasi pada kuartal tertentu “biasanya tidak berarti”.

Sementara itu, laba operasional Berkshire Hathaway mencatat kinerja yang solid meski kekhawatiran resesi meningkat. Laba operasi naik sekitar 20 persen menjadi USD 7,76 miliar pada kuartal III 2022. Hal tersebut seiring keuntungan dari berbagai bisnis yang dimiliki antara lain asuransi, kereta api dan utilitas.

Pendapatan investasi asuransi mencapai USD 1,408 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,161 miliar.

Laba dari bisnis utilitas dan perusahaan energi mencapai USD 1,585 miliar, naik dari USD 1,496 miliar. Namun, penjaminan asuransi rugi USD 962 juta. Sementara, laba dari kereta api turun menjadi USD 1,44 miliar dari periode 2021 sebesar USD 1,53 miliar.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Buyback Saham

Di sisi lain, Berkshire Hathaway habiskan dana USD 1,05 miliar atau sekitar Rp 16,51 triliun (asumsi kurs Rp 15.724 per dolar AS) untuk buyback saham selama kuartal tersebut. Dengan demikian, total aksi buyback menjadi USD 5,25 miliar hingga kuartal III 2022.

Laju pembelian kembali saham seiring kuartal II 2022 sekitar USD 1 miliar. Namun, pembelian kembali saham ini jauh di bawah harapan CFRA karena analis perkirakan akan serupa sekitar USD 3,2 miliar pada kuartal I 2022.

Sementara itu, saham Berkshire Hathaway telah ungguli pasar yang lebih luas tahun ini dengan saham kelas AS turun sekitar 4 persen dibandingkan S&P 500 yang turun 20 persen. Pada kuartal III 2022, saham Berkhsire Hathaway turun 0,6 persen.

Buffett terus membeli saham Occidental Petroleum pada kuartal III 2022. Kepemilikan Berkshire Hathaway di raksasa minyak tersebut mencapai 20,8 persen. Pada Agustus 2022, Berkshire Hathaway menerima persetujuan peraturan untuk membeli hingga 50 persen memicu spekulasi kalau akhirnya dapat membeli semua saham Occidental.

Sementara itu, kas yang dimiliki Berkshire Hatyaway mencapai hampir USD 5 miliar pada akhir September 2022, dibandingkan akhir Juni 2022 sebesar USD 105,4 miliar.

3 dari 3 halaman

Perusahaan Investasi Warren Buffett Kembali Lepas Saham Produsen Kendaraan Listrik BYD

Sebelumnya, perusahaan investasi Warren Buffett Berkshire Hathaway Inc memangkas kepemilikan saham di BYD Co. Berdasarkan pengajuan bursa, Jumat, 2 September 202, perusahaan investasi Berkshire Hathaway melepas lagi 1,72 juta saham per 1 September 2022.

Hal itu terjadi hanya beberapa hari setelah investor legendaris Warren Buffett mulai mengurangi kepemilikannya di produsen kendaraan listrik asal China itu.  

Kepemilikan saham BYD oleh Berkshire Hathaway yang tercatat di Hong Kong turun menjadi 18,87 persen dari 19,02 persen. Rata-rata penjualan saham itu sebesar 262,72 dolar Hong Kong sehingga nilai penjualan saham 450,8 juta dolar Hong Kong atau setara USD 57,5 juta. Penjualan tersebut setara Rp 856,57 miliar dengan asumsi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.897.

Dengan demikian, total saham BYD yang dilepas Berkshire menjadi 3,05 juta atau 1,4 persen dari kepemilikan 225 juta saham BYD oleh Buffett.

Teori tentang rencana Buffett untuk perusahaan mobil listrik China telah berputar-putar dengan kepemilikan saham BYD terakhir yang dilaporkan Berkshire di Hong Kong pada akhir Juni sebesar 20,49 persen. Kemudian memasuki Sistem Kliring dan Penyelesaian Pusat pada Juli 2022. Ini tanda bagi investor kalau penjualan mungkin sudah dekat. Ini memicu koreksi terbesar dalam saham BYD selama hampir dua tahun.

"Kami mungkin melihat beberapa penjualan lanjutan dari Buffett,” ujar Fund Manager EFG Asset Management HK Ltd, Daisy Li dikutip dari CNBC, Sabtu (3/9/2022).

Ia menambahkan, dalam jangka pendek akan sulit bagi investor di saham BYD untuk pulih. "Sementara sahamnya yang tercatat di bursa mungkin tidak terlalu berpengaruh. Dalam jangka panjang, kinerja saham masih akan bergantung pada fundamental perusahaan dan siklus produk,” kata dia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS