Sukses

Astra Berharap Jaga Pangsa Pasar Penjualan Mobil 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) optimistis akan terjadi peningkatan penjualan mobil hingga akhir tahun 2022. Keyakinan itu didukung kondisi ekonomi tanah air yang terus membaik, seiring penanganan pandemic COVID-19 di dalam negeri.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menyampaikan, Astra berupaya mempertahankan pangsa pasar perusahaan setidaknya 50 persen atau separuh dari penjualan mobil nasional.

"Kami mau maintain posisi market share kami. Yakni separuh dari pasar mobil Indonesia. Kami mau mempertahankan itu," kata Tira dalam Workshop Wartawan Pasar Modal 2022, Jumat (4/8/2022).

Tira menyebutkan Gaikindo memprediksi penjualan mobil di kisaran 900-950 ribu unit hingga akhir tahun, dengan asumsi semula tidak akan ada perpanjangan insentif pajak barang mewah yang diberikan oleh pemerintah.

Namun, ternyata pemerintah memperpanjang insentif tersebut meski dengan lingkup lebih yakni untuk mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta.

"Jadi adanya insentif tersebut mendorong penjualan kendaraan pada kuartal pertama 2022 kemudian berlanjut juga ada periode menjelang Lebaran. Di mana secara musiman memang kalau menjelang Lebaran itu penjualan pastinya akan naik," imbuh Tira.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), perseroan mencatatkan penjualan mobil sebesar 47.235 unit per Juni 2022. Penjualan itu naik 15,46 persen dibandingkan Juni 2021 sebanyak 40.910 unit. Total penjualan mobil domestik pada Juni mencapai 79.168 unit. Naik dibandingkan posisi Juni 2021 sebanyak 72.720 unit. Adapun market share Astra tercatat sebesar 60 persen.

Sementara untuk total penjualan LCGC pada Juni 2022 yakni 17.747 unit, naik dibandingkan Juni 2021 yang hanya 10.276 unit. Market share Astra pada penjualan LCGC ini mencapai 79 persen atau sebanyak 14.045 unit.

“Jadi melihat pencapaian sejauh ini. InsyaAllah kalau momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ini terjaga sampai akhir tahun, situasi pandemi juga terjaga dengan baik, maka marketnya bisa 900—950 unit. Mudah-mudahan lebih dekat ke 9.500 ribu unit,” pungkas Tira.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penjualan Mobil Astra Tembus 47.235 Unit pada Juni 2022

Sebelumnya, penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) meningkat pada paruh pertama 2022. Bahkan selama semester I 2022, penjualan mobil Astra tumbuh 23,37 persen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), perseroan mencatatkan penjualan mobil sebesar 47.235 unit pada Juni 2022. Angka itu naik 15,46 persen dibandingkan Juni 2021 sebanyak 40.910 unit.

"Adanya pelonggaran PPKM dan meningkatnya aktivitas pascalibur nasional, mampu mendorong penjualan mobil Astra pada bulan Juni 2022 dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Head of Corporate Communications Astra International, Boy Kelana Soebroto dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

Informasi saja, penjualan Astra sempat merosot pada Mei 2021. Perseroan hanya mampu menjual 23.059 unit, sementara pada bulan-bulan sebelumnya penjualan terpantau berada di atas 40 ribu unit. Kondisi itu sejalan dengan penjualan total mobil di dalam negeri yang juga turun yakni 49.453 unit, dari bulan-bulan sebelumnya di atas 80 ribu unit.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Kontribusi

Penjualan Astra pada Juni 2022 didominasi oleh Toyota dan Lexus sebanyak 27.374 unit. Disusul Daihatsu 16.925 unit. Lalu Isuzu 2.851 unit, UD Trucks 69 unit, serta Peugeot 34 unit. Sementara penjualan produk Astra LCGC pada Juni 2022 tercatat sebanyak 14.045 unit. Naik dibandingkan Juni 2021 sebanyak 7.144 unit.

Hingga Juni 2022, penjualan mobil Astra mencapai 258.849 unit kendaraan. Penjualan mobil ini meningkat 23,37 persen dari semester I 2021 sebesar 209.812 unit. Sementara itu, penjualan mobil LCGC Astra mencapai 56.156 unit hingga Juni 2022.

Penjualan mobil LCGC Astra itu juga naik dari periode semester I 2021 sebesar 53.856 unit. Total penjualan mobil pada Juni mencapai 79.168 unit. Naik dibandingkan posisi Juni 2021 sebanyak 72.720 unit.

Adapun pangsa pasar Astra tercatat sebesar 60 persen. Sementara untuk total penjualan LCGC pada Juni 2022 yakni 17.747 unit, naik dibandingkan Juni 2021 yang hanya 10.276 unit.Pangsa pasar Astra pada penjualan LCGC ini mencapai 79 persen.

"Kami berharap momentum pemulihan daya beli masyarakat pada sektor otomotif akan terus berlangsung, dan dapat memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi nasional," kata Boy.

4 dari 4 halaman

Astra Untung dari Investasi di GOTO Rp 3,7 Triliun

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang moncer pada semester I 2022. Raihan itu salah satunya dikontribusi dari investasi Astra pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Pada semester I 2022, perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 18,2 triliun, naik 106 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,8 triliun. Capaian itu termasuk keuntungan nilai wajar investasi pada GOTO senilai Rp 3,7 triliun.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menerangkan, beberapa tahun lalu Astra memang melakukan investasi di GOTO. Investasi pertama dilakukan dengan nilai USD 150 juta, disusul USD 100 juta. Sehingga totalnya jadi USD 250 atau sekitar Rp 3,7 triliun.

"Ketika GOTO IPO, maka akan muncul di pembukuan Astra fair value dari investasi GOTO. Nilai itu berkontribusi terhadap laba bersih yang totalnya naik 106 persen jadi Rp 18,2 triliun pada semester I 2022,” ujar Tira kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Meski begitu, laba bersih Astra International tetap tercatat tumbuh jika investasi pada GOTO tidak dicatatkan atau dikeluarkan dari pendapatan Astra semester I 2022. Disebutkan Tira, Astra masih mampu mengantongi laba sekitar Rp 14,5 triliun.

"Kalau misalnya keuntungan dari investasi di GOTO ini kita keluarakna, maka laba Astra senilai Rp 14,5 triliun. Masih tetap lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Naiknya 64 persen,” imbuh Tira.