Sukses

Saham SUGI Terancam Delisting, Investasi Dapen Pertamina Masih Nyangkut Hampir Rp 100 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan potensi penghapusan saham atau delisting PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Hal itu lantaran saham Perseroan telah disuspensi oleh bursa mencapai 24 bulan pada 1 Juli 2021 lalu.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per Juli 2019, 66,23 persen atau 16.434.255.221 lembar saham SUGI masih dimiliki oleh masyarakat. Selain itu, ada dana pensiun (dapen) Pertamina sebesar 8,05 persen atau sebanyak 1.997.328.440 lembar.

Merujuk data RTI, saham SUGI diperdagangkan pada level Rp 50 per lembar sebelum akhirnya disuspensi oleh Bursa. Dengan asumsi tersebut, terdapat Rp 821,71 miliar dana masyarakat dan Rp 99,87 miliar dapen Pertamina yang masih nyangkut.

Selain masyarakat dan dapen Pertamina, investor lain yang juga masih memiliki saham di PT Sugih Energy Tbk yakni, Goldenhill Energy Fund sebanyak 2.857.994.407 lembar atau 11,52 persen, Credit Suisse AG SG Trust Sunrise Ass Gr Ltd 1.609.680.300 lembar atau 6,49 persen, Interventures Capital Pte Ltd 1.912.283.046 lembar atau 7,71 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Potensi Delisting

Sebelumnya BEI juga telah mengingatkan potensi delisting saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Hal ini seiring masa suspensi saham perseroan telah mencapai 24 bulan pada 1 1 Juli 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan susunan dewan komisaris dan direksi berdasarkan hasil RUPSLB pada 24 Oktober 2019 antara lain Komisaris Utama Fadel Muhammad, Komisaris Adrian Rusmana, Komisaris Independen Sany Kharisman Wisekay, Direktur Utama Walter Rudolf Kaminski, Direktur David Kurniawan Wiranata dan Lawrence Siburian.

Susunan pemegang saham perseroan per 31 Juli 2019 yaitu Goldenhill Energy Fund sebesar 11,52 persen, Credit Suisse AG SG Trust Sunrise Ass Gr Ltd sebesar 6,49 persen, dana pensiun Pertamina sebesar 8,05 persen, Interventures Capital Pte Ltd sebesar 7,71 persen dan masyarakat 66,23 persen.