Sukses

Harga Uang Kripto Kembali Turun Imbas Komentar Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan komentar pedasnya terkait mata uang kripto, Senin 7 Juni 2021. Dalam hal ini, Ia menyebut mata uang digital tersebut sebagai penipuan terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga regulator AS wajib untuk memberikan pantauan secara ketat.

Seperti dilansir Forbes, Selasa (8/6/2021), Donald Trump menggandakan kritiknya terhadap kripto selama wawancara dengan Stuart Varney di Fox Business Network.

Saat disinggung pemikirannya tentang Bitcoin, Trump memenegaskan, dia tidak menyukainya dan menekankan keyakinannya mata uang di dunia ini harus dolar Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Ia juga meminta pemantauan terhadap uang kripto harus dilakukan lebih besar dan mengatakan, bila mata uang ini harus diatur sangat, sangat ketat. Komentar Trump tampaknya mendorong penurunan nilai Bitcoin karena harganya turun lebih dari 1,3 persen dari USD 36.472 menjadi USD 35.973 satu jam setelah wawancara.

"Bitcoin, sepertinya penipuan. Saya tidak menyukainya karena itu adalah mata uang lain yang bersaing dengan dolar. Saya ingin dolar menjadi mata uang dunia. Itu yang selalu saya katakan," kata Trump.

Ini bukan pertama kalinya Trump menyuarakan opini negatif tentang Bitcoin. Harga kripto turun sekitar USD 10.000 pada 2019 setelah presiden AS saat itu mengatakan dia bukan penggemar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Mantan administration National Security Advisor, John Bolton juga mengatakan, mantan presiden saat itu berbicara dengan Menteri Keuangan, Steve Mnuchin tentang melarang mata uang kripto.

Sementara banyak orang terkaya di Amerika Serikat antusias dengan Bitcoin, Trump menjadi salah satu miliarder yang menyuarakan skeptisisme dan benar-benar menentang kripto.

2 dari 3 halaman

Negara Ini Bakal Pakai Bitcoin Jadi Alat Pembayaran yang Sah

Sebelumnya, El Salvador berencana mengumumkan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut, selain dolar AS.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele mengumumkan kemitraan El Salvador dengan perusahaan dompet digital, Strike, untuk membangun infrastruktur keuangan modern negara tersebut menggunakan teknologi bitcoin.

"Minggu depan saya akan mengirim ke Kongres RUU yang akan membuat bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah,” kata Bukele seperti dikutip dari CNBC, Senin, 7 Juni 2021.

Sementara, pendiri platform pembayaran Lightning Network Strike, Jack Mallers, mengumpamakan rencana ini sebagai "tembakan yang akan terdengar di seluruh dunia untuk bitcoin,”.

“Apa yang transformatif di sini adalah bahwa bitcoin merupakan aset cadangan terbesar yang pernah dibuat dan jaringan moneter yang unggul. Memegang bitcoin menyediakan cara untuk melindungi negara berkembang dari potensi guncangan inflasi mata uang fiat,” Mallers menambahkan.

El Salvador merupakan negara yang termasuk dalam kas ekonomi atau sebagian besar memakai dana tunai. Sekitar 70 persen orang tidak memiliki rekening bank atau kartu kredit. Bukle menilai, tingkat penetrasi perbankan yang rendah di El Salvador akan juga dapat meningkat dengan penggunaan Bitcoin

Ini bukan langkah pertama El Salvador terhadap bitcoin. Pada Maret lalu, Strike meluncurkan aplikasi pembayaran selulernya di negara itu. Kemudian dengan cepat menjadi aplikasi unduhan nomor satu di El Salvador.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini