Sukses

IHSG Paling Melemah di Asia, Gara-Gara Aksi Demo?

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan hingga Selasa (24/9/2019) siang ini. Bahkan bila mengacu pada pasar saham di Asia lainnya, IHSG melemah paling besar.

Mengutip RTI, pada sesi kedua IHSG berada di zona merah dengan melemah 83,49 poin atau 1,35 persen ke posisi 6.122,7. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.194,77 dan terendah di 6.120,8.

Sebelumnya pada pembukaan pukul 09.00 WIB, (IHSG) juga bergerak di zona merah. IHSG turun ke 26,52 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.179,89.

Gerak IHSG tercatat paling melemah di Asia. Bursa Asia lainnya justru berada pada posisi menghijau, seperti Han Seng menguat 0,17, Nikkei naik 0,09 dan Komposit Shanghai menguat 0,24.

Ada beberapa kondisi yang dinilai menjadi faktor pendorong melemahnya IHSG. Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, dari dalam negeri penyebabnya karena belum adanya sentimen positif ke pasar.

Namun dia membantah jika pelemahan seiring adanya aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan DPR RI. 

"Saya tidak melihat aksi menggangu instabilitas. Jadi kelemahan indeks lebih dipengaruhi sentimen positif dari dalam negeri yang belum terlihat," ujar dia saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Dia membandingkan kondisi Indonesia saat ini yang masih stabil, misalkan bila dibandingkan dengan Hong Kong. Sebagai negara berlandaskan asas demokrasi, aksi demonstrasi merupakan hal biasa.

Selain dari dalam negeri, faktor lain yang mempengaruh gerak IHSG adalah dari global. Ini masih berkaitan dengan masalah perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Serta belum ada faktor yang mempengaruhi kinerja pasar.

 

2 dari 2 halaman

Pembukaan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan saham Selasa ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.093.

Pada pra pembukaan perdagangan, Selasa (24/9/2019), IHSG turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke level 6.188,77. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG terus melemah ke 26,52 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.179,89.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,74 persen ke posisi 969,84. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.194,59 dan terendah di 6.176,56.

Sebanyak 79 saham menguat tetapi tak mamu mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 128 saham melemah sehingga menekan IHSG dan 127 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 30.009 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 394 miliar.

Investor asing beli saham Rp 48 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.093.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun 0,60 persen. Diikuti sektor kontruksi melemah 0,59 persen dan sektor manufaktur tertekan 0,57 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain OPMS melonjak 24,56 persen ke Rp 284 per saham, APEX naik 23,93 persen ke Rp 580 per saham, dan ALKA naik 18,75 persen persen ke Rp 570 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain TFAS yang turun 8,33 persen ke Rp 220 per saham, CARS turun 5,56 persen ke Rp 238 per saham dan OKAS turun 4,44 persen ke Rp 259 per saham.