Sukses

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Turun ke 6.381,54

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.116.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis(1/8/2019), IHSG melemah 8,96 poin atau 0,14 persen ke level 6.381,54. Indeks saham LQ45 juga turun 0,56 persen ke posisi 1.016,74.

Sebanyak 239 saham di melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 192 saham menguat dan 132 saham diam di tempat.

 

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 498.351 kali dengan volume perdagangan 15,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,5 triliun.

Investor asing beli saham Rp 87,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.116.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor melemah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh sektor konstruksi yang turun 1,29 persen, diikuti sektor perdagangan turun 0,92 persen, dan sektor pertambangan turun 0,71 persen.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor barang konsumsi yang naik 1,36 persen dan catatkan penguatan tertinggi. Disusul sektor manufaktur naik 0,86 persen dan sektor aneka industri naik 0,22 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain MKNT turun 34,74 persen ke Rp 62 per saham, PAMG merosot 24,85 persen ke Rp 620 per saham dan POLA turun 19,29 persen ke Rp 1.130 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain NIKL yang naik 12,78 persen ke Rp 1.500 per saham, BABP naik 11,54 persen ke Rp 29 per saham dan KONI naik 11,4 persen ke Rp 430 per saham.

2 dari 3 halaman

Tak Sesuai Prediksi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan saham Kamis (1/8/2019) ini.

Vice President Research PT Artha Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan, indeks berpeluang menguat ditopang indikator stochastic yang kini bergerak menyempit saat mendekati area oversold.

Sebab itu, ia memproyeksi IHSG berpotensi perkasa dengan diperdagangkan pada kisaran support 6.363 dan resistance 6.405.

"Pergerakan indeks selanjutnya akan dipengaruhi keputusan suku bunga The Fed hari ini," papar dia.

Kendati begitu, Frederik berujar, IHSG kemungkinan masih akan menguat dalam rentang yang terbatas. Hal itu karena investor masih cenderung hati-hati menunggu keputusan suku bunga acuan The Fed.

Senada, Senior Research KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menilai, pergerakan IHSG memang belum dapat naik signifikan. Apalagi melihat sentimen regional yang menyeruak menghambat kenaikan indeks.

Tetapi, pihaknya masih optimistis IHSG dapat menembus breakout di atas level 6.400. "Bisa di atas 6.400 menuju level 6.500, sehingga rekomen untuk positioning buy menunggu siklus kenaikan selanjutnya," terangnya.

Adapun pada hari ini dia memprediksi IHSG akan berlabuh di teritori positif dalam rentang support 6.300 dan resistance 6.400.

Khusus hari ini, Yuganur menganjurkan investor agar mengoleksi saham BUMN. Itu seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Sementara itu, Frederik memilih saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), serta PT PP Tbk (PTPP).  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: