Tether Menambah 14 Ton Emas pada Kuartal II 2026

Seperti bank sentral, penerbit stablecoinTether juga menambah kepemilikan di emas.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 15:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri aset digital terus memantapkan posisi dalam pilar penting pasar emas global. Penerbit stablecoin Tether meningkatkan kepemilikan emas dengan laju yang menyaingi bank sentral global.

Mengutip Kitco, Senin, (3/8/2026), pada Jumat, penerbit stablecoin ini merilis laporan keuangan kuartal kedua. Pada laporan keuangan itu mencatat laba operasional bersih sebesar US$ 1,5 miliar atau Rp 27,06 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040) dan mengungkapkan penambahan 14 ton emas fisik selama kuartal tersebut.

Pembelian ini menjadikan total kepemilikan emas batangan perusahaan lebih dari 146 ton, dengan nilai sekitar US$ 18,8 miliar atau Rp 339,19 triliun, sehingga menempatkan Tether sebagai salah satu pemegang emas fisik swasta terbesar di dunia.

Perusahaan menyatakan, penerbitan stablecoin USDT miliknya meningkat hingga mencapai nilai token yang beredar sebesar US$ 184,6 miliar atau Rp 3.330 triliun pada akhir kuartal kedua, atau sekitar US$ 446 juta atau Rp 8,04 triliun  lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal pertama. Peningkatan ini terjadi di tengah penurunan total kapitalisasi pasar industri tersebut.

"Ketangguhan USDT memperluas pangsa pasarnya hingga lebih dari 60% dari total pasar stablecoin. Hasil ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan strategi cadangan Tether di tengah volatilitas signifikan pada harga emas dan Bitcoin," ujar perusahaan dalam siaran persnya.

Perusahaan menambahkan pada akhir kuartal tersebut, nilai cadangannya melampaui nilai kewajibannya sebesar kurang lebih US$ 4,11 miliar atau Rp 74,1 triliun.

"Kuartal kedua membuktikan kekuatan strategi cadangan Tether di bawah tekanan pasar yang nyata," ujar CEO Tether, Paolo Ardoino.

"Aset-aset yang menjadi penopang sebagian cadangan Tether diuji secara langsung selama kuartal tersebut. Di tengah segala volatilitas, USDT tetap didukung sepenuhnya, dengan nilai cadangan yang masih melampaui kewajiban sebesar US$ 4,11 miliar,” ia menambahkan.

 

Portofolio Obligasi Pemerintah AS

Ia mengatakan, laba operasional bersih Tether untuk kuartal ini mencapai US$ 1,50 miliar, yang didorong oleh portofolio obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury) yang kuat serta kinerja transaksi repo.

“Kami tetap menjadi salah satu pembeli obligasi pemerintah AS terbesar di dunia, mengurangi pinjaman dengan jaminan sebesar US$ 2,38 miliar, dan menambah 14 ton emas fisik. Pada saat yang sama, basis pengguna global kami terus bertambah hingga lebih dari 30 juta pengguna,” ujar dia.

Hasil ini menunjukkan bahwa Tether memiliki likuiditas, disiplin, dan skala untuk tetap tangguh di berbagai siklus pasar sembari terus melayani ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

Emas kini mencakup sekitar 10% dari total cadangan Tether yang bernilai US$ 187,8 miliar atau Rp 3.388 triliun, yang menegaskan pentingnya logam mulia tersebut sebagai aset cadangan strategis di samping obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries). Dengan kepemilikan lebih dari 146 ton emas, penerbit stablecoin ini kini memegang cadangan emas fisik yang lebih besar dibandingkan banyak bank sentral.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.