Investasi Toyota Tembus Rp 100 Triliun, Industri Lokal Ikut Kecipratan

PT Toyota-Astra Motor menegaskan komitmennya di Indonesia lewat investasi Rp 100 triliun, dominasi pasar elektrifikasi, dan kesuksesan New Veloz Hybrid EV.

Diterbitkan 24 September 2026, 11:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali menegaskan perannya dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal tersebut disampaikan dalam ajang Astra Media Day 2026 yang digelar pada Rabu (23/9/2026).

Toyota menyebut komitmen investasi kumulatif di Indonesia telah menembus Rp 100 triliun. Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok lokal, kapabilitas manufaktur, serta pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Dari investasi yang telah dilakukan, sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan Toyota juga berada di kisaran 70-80 persen.

Tak hanya memperkuat basis produksi, keberadaan Toyota di Indonesia turut menciptakan ekosistem industri yang melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Toyota mencatat, ekosistem tersebut melibatkan lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal, yang tersebar mulai dari jaringan pemasok atau supplier, logistik, hingga jaringan diler untuk penjualan dan layanan purnajual atau aftersales.

Di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang semakin ketat, Toyota juga mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-Agustus 2026.

Berdasarkan data perusahaan, penjualan wholesales Toyota mencapai 175.932 unit selama periode tersebut. Angka ini meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut mempertahankan posisi Toyota sebagai salah satu pemain utama sekaligus market leader di pasar otomotif Indonesia.

Salah satu faktor yang mendorong kinerja Toyota adalah meningkatnya permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi atau xEV (electrified vehicle).

Gabungan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus sepanjang Januari-Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 38 ribu unit.

Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi juga terlihat dari respons konsumen pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Toyota mengungkapkan, lebih dari 56 persen Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Toyota selama GIIAS 2026 berasal dari lini kendaraan elektrifikasi.

Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap penjualan Toyota di Indonesia, seiring dengan berkembangnya pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

 

Konsisten Usung Strategi 'Multi-Pathway' & Pajang New Veloz Hybrid EV

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menjelaskan di acara Astra Media Day 2026 bahwa keandalan teknologi hybrid lokal ini telah dibuktikan secara nyata di lapangan.

"Perjalanan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa yang telah menempuh lebih dari 14.000 km di berbagai kondisi jalan menjadi salah satu bukti bagaimana teknologi Hybrid EV Toyota dapat memberikan efisiensi, kenyamanan, dan keandalan untuk berbagai kebutuhan masyarakat," ujar Bansar Maduma dalam presentasinya.

Dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 pemerintah Indonesia, Toyota tetap mengandalkan pendekatan Multi-Pathway Strategy.

Strategi ini menghadirkan beragam teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, mulai dari Hybrid EV (HEV), Battery EV (BEV), hingga pengembangan mesin diesel powerful dan bebas emisi pada lini komersial seperti Hilux Series.

Melalui semangat "Hybrid EV untuk Semua", Toyota berkomitmen memperluas lini produksi lokal bersama Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, dan New Veloz Hybrid EV guna memperkuat kapabilitas industri otomotif Indonesia di kancah global.