Sukses

8 Sektor Saham Merosot, IHSG Tergelincir 32 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal pekan ini. Pelaku pasar menanti rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) memengaruhi laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (21/8/2017), IHSG melemah 32,83 poin atau 0,56 persen ke level 5.861. Indeks saham LQ45 susut 0,67 persen ke level 975,82. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada 202 saham melemah sehingga menekan IHSG, sedangkan 113 saham menguat dan 132 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.901,58 dan terendah 5.893,41.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 297.020 kali dengan volume perdagangan 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,51 triliun di seluruh pasar. Di pasar negosiasi tercatat, transaksi saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencapai Rp 1,2 triliun. Saham LPKR naik 36,18 persen ke level Rp 1.035 per saham. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.344.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham konstruksi naik 0,15 persen dan sektor saham keuangan mendaki 0,51 persen. Sektor saham barang konsumsi susut 2,35 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur tergelincir 1,68 persen dan sektor saham perdagangan merosot 0,79 persen.

Saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham PSDN naik 28,24 persen ke level Rp 218, saham ALKA menguat 25 persen ke level Rp 380 per saham, dan saham BBHI melonjak 9,41 persen ke level Rp 186 per saham.

Sementara itu, saham-saham top losers antara lain saham BIMA turun 20,69 persen ke level Rp 92, saham PUDP merosot 14,84 persen ke level Rp 545 per saham, dan saham DGIK susut 13,04 persen ke level Rp 60 per saham.

Bursa Asia pun sebagian melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,40 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,14 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,40 persen, dan indeks saham Singapura susut 0,15 persen.

Sementara itu, indeks saham Shanghai naik 0,56 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,05 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, menuturkan, IHSG cenderung konsolidasi. Saat ini belum ada sentimen yang terlalu mendominasi baik dari eksternal dan internal. "Dari luar tidak komponen yang memberatkan. Sedangkan pelaku pasar juga menanti rilis BI Rate yang diperkirakan tetap dan berpeluang turun," ujar William saat dihubungi Liputan6.com.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: