Emiten TBLA Tebar Dividen Rp 60 per Saham

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen tahun buku 2025 pada 22 Juli 2026. Berikut jadwal lengkapnya.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 360,24 miliar.  Pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp 60 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026), PT Tunas Baru Lampung Tbk membagikan dividen sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Juni 2026. Perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 900,02 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 6,94 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 9,25 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 23 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 30 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 1 Juli 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 2 Juli 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 1 Juli 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 22 Juli 2026

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdaganga Selasa, 23 Juni 2026, harga saham TBLA naik 3,08% menjadi Rp 670 per saham. Harga saham TBLA dibuka naik 10 poin menjadi Rp 660 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 650 per saham. Harga saham TBLA berada di level tertinggi Rp 680 dan terendah Rp 650 per saham. Total frekuensi perdagangan 429 kali dengan volume perdagangan saham 22.201 saham. Nilai transaksi Rp 1,5 miliar.

Penutupan IHSG pada 23 Juni 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Selasa, (23/6/2026). Akan tetapi, koreksi IHSG hari ini berkurang jelang penutupan.

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,25% menjadi 6.101,33. Indeks saham LQ45 merosot 0,13% menjadi 598,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.121,77 dan level terendah 5.993,03. Sebanyak 373 saham melemah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.790.736 kali dengan volume perdagangan saham 41,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 32,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.862.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham kesehatan naik 3,97%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 0,49%, sektor saham industri melompat 0,46%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,15%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,28%, sektor saham properti menguat 1,54% dan sektor saham infrastruktur melompat 0,27%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 0,61%, sektor saham keuangan terpangkas 0,62%, sektor saham teknologi susut 1,05%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,15%.