Gus Arief Ungkap Detik-Detik Evakuasi KH Anwar Zahid Saat Kecelakaan di Bojonegoro

Bupati Blora Arief Rohman yang akrab disapa Gus Arief kebetulan melintas saat mobil yang ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami kecelakaan di wilayah Bojonegoro.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 14:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Blora - Kabar kecelakaan yang menimpa kendaraan yang ditumpangi pendakwah kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, pada Senin (10/8/2026) malam, langsung mendapat perhatian dari Bupati Blora Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief.

Ia berada dalam perjalanan ketika mengetahui insiden tersebut. Gus Arief bahkan sempat melihat langsung kondisi KH Anwar Zahid setelah kecelakaan dan kemudian membantu membawa sang pendakwah untuk mendapatkan pemeriksaan medis di RSUD Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Keterangan tersebut disampaikan Gus Arief melalui pesan tertulis ketika dimintai penjelasan mengenai keterlibatannya dalam penanganan KH Anwar Zahid setelah kecelakaan.

"Ya mas, pas saya lewat nolong beliau," kata Gus Arief saat ditanya apakah dirinya melihat langsung kondisi kendaraan dan KH Anwar Zahid setelah kecelakaan.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi di wilayah Tinggang, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, sekitar pukul 22.40 WIB. Mobil Toyota Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami kecelakaan setelah ditabrak truk trailer dari arah belakang di kawasan yang terdapat pekerjaan perbaikan jalan.

Informasi kepolisian yang diberitakan sebelumnya menyebut tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Mobil Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang.

KH Anwar Zahid sendiri dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Ia sempat mendapatkan pemeriksaan di RSUD Padangan sebelum melanjutkan perjalanan untuk memenuhi agenda dakwah.

Kehadiran Gus Arief di tengah situasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pertolongan setelah kecelakaan. Sebagai kepala daerah Blora, ia tidak hanya mengetahui kabar insiden, tetapi secara langsung membantu memastikan kondisi KH Anwar Zahid mendapatkan pemeriksaan medis.

 

Sempat Singgah di Pendopo dan Lanjut Berdakwah

Gus Arief menjelaskan, setelah dirinya menemukan dan membantu KH Anwar Zahid, ia membawa sang pendakwah ke RSUD Padangan untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk ronsen.

"Bawa ke RS Padangan untuk dironsen," ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi KH Anwar Zahid setelah kendaraan yang ditumpanginya mengalami benturan keras.

Pemeriksaan medis menjadi penting mengingat posisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan dan belakang akibat benturan dengan kendaraan lain.

Menurut keterangan kepolisian, KH Anwar Zahid berada di dalam mobil bersama sopirnya. Saat kecelakaan terjadi, sang kiai disebut duduk di jok tengah sebelah kiri. Posisi tersebut membuatnya selamat meskipun mobil mengalami kerusakan cukup parah.

Setelah menjalani pemeriksaan dan memastikan kondisinya, perjalanan KH Anwar Zahid belum langsung berakhir. Di tengah perjalanan dakwahnya, kemudian sempat singgah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Gus Arief menjelaskan bahwa persinggahan tersebut bukan sekadar tempat beristirahat. Ada langkah lain yang dilakukan untuk membantu kelanjutan perjalanan sang pendakwah.

"Beliau mampir pendopo untuk ganti pake mobil Innova saya ke 7 lokasi di Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung," ungkapnya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa setelah kendaraan yang digunakan KH Anwar Zahid mengalami kecelakaan, perjalanan dakwah tetap harus disesuaikan dengan kondisi kendaraan.

Mobil pribadi milik Gus Arief kemudian digunakan untuk membantu kelanjutan perjalanan KH Anwar Zahid menuju sejumlah lokasi agenda dakwah.

Adapun dari keterangan Gus Arief, mobil Innova miliknya digunakan untuk mendukung perjalanan ke tujuh lokasi yang berada dalam rangkaian agenda di Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung.

Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa insiden kecelakaan tersebut tidak menghentikan seluruh agenda KH Anwar Zahid. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan beristirahat, ia tetap melanjutkan perjalanan untuk memenuhi jadwal dakwah.

Keterangan serupa juga diperoleh dari Kapolsek Padangan Kompol Sampun. Ia menyebut KH Anwar Zahid sempat beristirahat di RSUD Padangan, kemudian singgah di rumah Bupati Blora sebelum melanjutkan perjalanan menuju Banjarnegara.

"Hampir jam 3 pagi, istirahat di rumah Bupati Blora, subuh berangkat ke Banjarnegara," kata Kompol Sampun.

 

Kronologi Kejadian

Rangkaian kejadian tersebut bermula ketika Toyota Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid melaju dari arah Padangan menuju Ngawi. Sesampainya di kawasan Tinggang yang sedang terdapat pekerjaan perbaikan jalan, kendaraan tersebut berhenti di belakang kendaraan lain.

Dari arah belakang kemudian melaju sebuah truk trailer bermuatan oksigen. Kendaraan berat tersebut kemudian menabrak bagian belakang Alphard.

Benturan membuat Alphard mengalami kerusakan di bagian belakang sekaligus bagian depan karena kendaraan berada dalam antrean di kawasan pekerjaan jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian sebelumnya menyatakan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun mobil Alphard yang ditabrak truk rusak bagian depan dan belakang," kata Septian.

Bagi keluarga, jemaah, dan masyarakat yang mengetahui kabar kecelakaan tersebut, kepastian bahwa KH Anwar Zahid selamat menjadi kabar utama.

Namun cerita setelah kecelakaan juga menunjukkan adanya respons cepat dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi, termasuk Gus Arief yang kebetulan melintas dan kemudian membantu membawa KH Anwar Zahid menjalani pemeriksaan.

Keterangan Gus Arief sekaligus melengkapi informasi mengenai kondisi KH Anwar Zahid setelah kecelakaan yang sebelumnya beredar luas melalui media sosial.

Ia tidak hanya memastikan sang pendakwah mendapat pemeriksaan di rumah sakit, tetapi juga membantu menyediakan kendaraan agar rangkaian perjalanan dakwah KH Anwar Zahid tetap dapat berlangsung setelah kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan.

Hingga informasi terakhir yang dihimpun, KH Anwar Zahid dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan beristirahat, ia kembali melanjutkan perjalanan untuk memenuhi agenda dakwahnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi jalan, terutama di kawasan yang sedang dilakukan pekerjaan atau perbaikan, membutuhkan kewaspadaan ekstra bagi seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan besar yang membutuhkan jarak pengereman lebih panjang.

Bagi KH Anwar Zahid, kecelakaan tersebut memang merusak kendaraan yang digunakan dalam perjalanan. Namun dengan pertolongan di lokasi, pemeriksaan medis, serta dukungan dari Gus Arief, perjalanan dakwahnya tetap dapat dilanjutkan.

Â