Liputan6.com, Jakarta - Kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian dalam daftar makanan dunia versi TasteAtlas. Soto Betawi berhasil menempati peringkat ketiga dalam daftar 100 sup terenak di dunia dengan skor 4,4 dari 5.
Melansir laman resmi TasteAtlas, Rabu, 23 September 2026, posisi tersebut menempatkan hidangan khas Betawi itu di bawah vori-vori dari Paraguay yang berada di peringkat pertama dan Beyran çorbası dari Turki di posisi kedua.
TasteAtlas menyusun daftar tersebut berdasarkan penilaian para penggunanya. Sistem penilaian yang digunakan menyaring ulasan dari bot, kelompok nasionalis, serta kelompok patriotik lokal. Sistem juga memberikan bobot tambahan pada penilaian pengguna yang dianggap memiliki pengetahuan luas tentang kuliner.
Advertisement
Daftar 100 Sup Terenak di Dunia hingga 15 September 2026 mencatat 59.185 penilaian. Sebanyak 33.446 penilaian dikenali sistem sebagai sah dan menjadi bagian dari proses penyusunan peringkat.
Soto Betawi dikenal melalui kuah santannya yang gurih dan kaya rempah. Hidangan ini menggunakan potongan daging sapi, serta jeroan yang berpadu dengan serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk purut, dan ketumbar. Racikan tersebut menghasilkan kuah beraroma kuat dengan tekstur yang lebih pekat.
Penyajiannya biasanya dilengkapi tomat, daun bawang, kecap manis, emping, serta nasi putih. Perpaduan kuah berbumbu, daging yang gurih, dan pelengkap tersebut menghadirkan cita rasa khas yang membuat Soto Betawi tetap menjadi salah satu ikon kuliner Jakarta yang cocok disantap kapan saja, terutama saat hangat.
Gulai dan Rawon Masuk Daftar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354173/original/031505900_1790040130-ChatGPT_Image_22_Sep_2026__08.20.03.jpg)
Gulai turut masuk dalam daftar 100 Sup Terenak di Dunia versi TasteAtlas dengan menempati peringkat ke-16. Hidangan ini memperoleh skor 4,3 dari 5 dan dikenal sebagai sajian Indonesia bercita rasa pedas dengan kuah kental berbahan daging, jeroan, makanan laut, atau sayuran.
Santan dan beragam rempah menjadi elemen penting dalam proses memasak gulai. Racikan tersebut menghasilkan kuah pekat dengan cita rasa gurih dan aroma rempah yang kuat. Berasal dari Sumatra, gulai kini populer di berbagai daerah Indonesia dan umumnya disantap bersama nasi putih.
Rawon menyusul di peringkat ke-36 dengan skor 4,2. Sup daging khas Jawa Timur ini menggunakan potongan daging sapi yang dimasak perlahan bersama daun jeruk, serai, jahe, cabai, dan kluwek.
Bahan terakhir memberikan warna hitam, sekaligus karakter rasa khas pada kuahnya. TasteAtlas menyebut rawon diyakini berasal dari Surabaya dan kini mudah ditemukan di rumah makan tradisional.
Advertisement
Empal Gentong Ikut Melengkapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321072/original/062466100_1786426692-5cde4ea3-042e-403d-bde3-1a1c823e6d5c.jpg)
Dua kuliner Indonesia lainnya turut masuk dalam daftar 100 Sup Terenak di Dunia versi TasteAtlas. Soto menempati peringkat ke-61 dengan skor 4,1, sementara empal gentong berada di posisi ke-90 dengan nilai yang sama.
Soto memiliki beragam versi daerah dengan karakter rasa dan bahan yang mengikuti tradisi setempat. Coto Makassar dan taoto Pekalongan menjadi beberapa variasi yang dikenal di Indonesia. Penyajiannya dapat dilengkapi telur, jeroan, tahu goreng, sambal, hingga kecap sesuai jenis dan tradisi daerahnya.
Sementara itu, empal gentong menjadi hidangan berkuah khas Cirebon, Jawa Barat, yang menggunakan daging sapi serta jeroan. Kuah santan berpadu dengan kunyit, ketumbar, lengkuas, jahe, bawang putih, bawang merah, dan kemiri untuk menghasilkan rasa gurih dan kaya rempah.
Nama empal gentong berasal dari metode memasaknya yang secara tradisional menggunakan gentong atau periuk tanah liat.
Top 10 Sup Terenak di Dunia Versi TasteAtlas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344532/original/024280200_1788948684-c4e6b91b-40e3-4a7c-801c-2ca14f0bf28c.jpg)
Bakso menjadi kuliner Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar tersebut. Hidangan berbentuk bola-bola daging ini menempati peringkat ke-97 dengan skor 4,0 dari 5.
Sementara itu, peringkat pertama ditempati vori-vori dari Paraguay dengan nilai 4,7. Sup tradisional ini berisi bola-bola kecil yang dibuat dari tepung jagung dan keju, kemudian dimasak dalam kaldu bersama ayam, sayuran, serta rempah.
Vori-vori memiliki karakter kuah yang kental meski tidak menggunakan tepung atau bahan pengental tambahan. Bola-bola berbahan jagung dan keju menyerap kaldu selama proses memasak, tetapi tetap mempertahankan bentuknya.
"Tekstur pangsitnya yang padat mampu menyerap kaldu sambil tetap mempertahankan bentuknya, sehingga hidangan ini memiliki konsistensi yang kental tanpa perlu menggunakan tepung atau bahan pengental lainnya," tulis TasteAtlas.
Berikut adalah 10 besar daftar sup terenak di dunia versi TasteAtlas:
1. Vori-vori, Paraguay
2. Beyran çorbası, Turki
3. Soto Betawi, Indonesia
4. Ramen Yokohama, Jepang
5. Tonkotsu, Jepang
6. Sinigang na baboy, Filipina
7. Tom kha gai, Thailand
8. Lanzhou lamian, China
9. Lohikeitto (Sup salmon), Finlandia
10. Caldo de queso, MeksikoÂ
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351064/original/017757600_1789639028-7274f489-1447-49d3-b2cf-4f72ac535c17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346651/original/009455100_1757646152-Gemini_Generated_Image_g005nlg005nlg005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344196/original/078595700_1788938476-01M20X7KFZGM5ED0JV80SWJHV5.jpg)