Status Indonesia Masih Emerging Market, MSCI Beri Catatan Ini

Dalam laporan terbaru, MSCI juga mengakui reformasi yang dilakukan pasar modal Indonesia dan terus melakukan evaluasi itu hingga tinjauan November 2026.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 04:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global MSCI merilis hasil tinjauan klasifikasi pasar MSCI 2026 atau the MSCI 2026 Market Classification Review pada Selasa, 23 Juni 2026 waktu setempat (Rabu pagi Jakarta). Dari hasil tinjauan klasifikasi pasar MSCI 2026, Indonesia masih memegang status emerging market, tetapi memberikan catatan mengenai penilaian transparansi pemegang saham dan kekhawatiran perdagangan terkoordinasi. Selain Indonesia, MSCI juga memberikan catatan tersebut kepada Turki.

Mengutip laman MSCI, Rabu (24/6/2026), MSCI mengungkapkan investor institusi global sering kali menyampaikan kekhawatiran ketika mengalami ketidaktransparan yang terus menerus dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai perilaku perdagangan terkoordinasi.

"Kedua kekhawatiran tersebut secara material membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya, dan untuk mengandalkan harga pasar yang diamati untuk konstruksi portofolio dan replikasi indeks, dan keduanya berkaitan langsung dengan pilar arus inflasi dan infrastruktur pasar dari kerangka kerja aksebilitas pasar MSCI," demikian seperti dikutip dari laman MSCI.

MSCI menyebutkan, untuk Indonesia, pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai kemampuan investasi dari masalah ini.

MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja konsentrasi kepemilikaan saham tinggi atau high shareholding concentration (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan persyaratan free float minimal menjadi 15%, demikian seperti dikutip.

Pengumuman ini meskipun merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar. MSCI akan terus berupaya untuk menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan mereka dalam konteks penentuan free float dan penilaian investability yang lebih luas.

"Jika kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, berpotensi termasuk konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market,” demikian seperti dikutip.

 

Tinjauan MSCI untuk Negara Lain

Selain menyoroti Indonesia dan Turki, dari hasil tinjauan klasifikasi pasar 2026, MSCI juga mengubah status Bulgaria dari standalone market menjadi frontier market. Pengakuan penghapusan harga dasar di Bangladesh. MSCI beri peringatan mengenai status frontier market menjadi standalone market.

MSCI juga terus memantau implementasi langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas pasar saham Korea bagi investor institusional internasional.

MSCI juga mengingkatkan klasifikasi status Yunani dari status emerging market menjadi developed market pada tinjauan indeks Mei 2027.

"Kerangka klasifikasi pasar MSCI menentukan apakah suatu pasar adalah develop market, emerging atau frontier market berdasarkan aksesibilitas dan kemampuan investasi yang sebenarnya dialami oleh investor institusional,” ujar Head of Market Classification and Taxonomies MSCI, Raman Ayulur Subramanian.

"Pencantuman dalam indeks dan klasifikasi pasar bukanlah penilaian statis. Keduanya harus terus dinilai berdasarkan perubahan pasar dan pengalaman investor institusional internasional. Ketika akses pasar atau pengalaman memburuk, kerangka kerja kami mengharuskan kami untuk merespons secara tegas. Dan ketika akses pasar dan kemampuan investasi meningkat secara signifikan dan berkelanjutan, pasar dapat maju melalui kerangka klasifikasi, seperti yang terlihat pada Bulgaria dan Yunani,” ia menambahkan.