Emiten AMRT Raup Pendapatan Rp 67,95 Triliun hingga Semester I 2026

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat pendapatan naik 6,49% dan laba tumbuh 7,5% hingga semester I 2026.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 13:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk meraup pendapatan Rp 67,95 triliun hingga 30 Juni 2026. Pendapatan tumbuh 6,49% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 63,81 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan itu mendorong pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Juni 2026. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 2,02 triliun hingga Juni 2026. Laba tersebut tumbuh 7,5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,88 triliun.

Beban pokok pendapatan tercatat Rp 52,80 triliun hingga Juni 2026. Beban pokok pendapatan naik 5,97% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 49,82 triliun. Laba bruto perseroan naik 8,34% menjadi Rp 15,15 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,98 triliun.

Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 11,91 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,07 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,19 triliun dari semester I 2025 sebesar Rp 1,13 triliun. Pendapatan lainnya bertambah menjadi Rp 694,37 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 636,39 miliar.

Seiring hal itu, laba usaha bertambah 13,24% menjadi Rp 2,67 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,36 triliun. Laba tahun berjalan menguat 8,9% menjadi Rp 2,13 triliun dari periode semester I 2025 sebesar Rp 1,95 triliun.

Perseroan mencatat laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 49,23 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45,37.

 

Aset Perseroan

Total ekuitas naik menjadi Rp 19,15 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 19,38 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 23,63 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 23,19 triliun. Aset naik menjadi Rp 42,78 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 42,57 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,09 triliun.

Berdasarkan data RTI, harga saham AMRT menguat 1,43% menjadi Rp 1.420 per saham pada penutupan perdagangan saham Jumat, (7/8/2026). Harga saham AMRT dibuka stagnan Rp 1.400 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.430 dan terendah Rp 1.385 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.651 kali dengan volume perdagangan saham 335.628 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 47,5 miliar.