Sukses

Wall Street Tumbang di Akhir Pekan

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tertekan keputusan Bank Sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan suku bunga mendekati nol persen yang dipicu kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi global ke laba perusahaan AS.

Terlepas dari keadaan ekonomi dunia, The Fed menjadikan volatilitas pasar keuangan dan angka inflasi dalam putusannya pada Kamis kemarin. Namun The Fed tetap berencana menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini.

"Apa yang The Fed putuskan kemarin menunjukkan kekhawatiran tentang efek perlambatan ekonomi global ke pertumbuhan AS," kata CEO Advisors Asset Management, Scott Colyer dari Monument, Colorado seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/9/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 289,95 atau 1,74 persen ke 16.384,79, indeks S&P 500 kehilangan 32,12 poin atau 1,61 persen ke 1.958,08 dan indeks Nasdaq Composite turun 66,72 poin atau 1,36 persen menjadi 4.827,23 .

Semua 10 sektor S&P berakhir lebih rendah, dengan indeks sektor energi anjlok 2,6 persen memimpin penurunan akibat anjloknya harga minyak. Indeks sektor industri dan material juga turun lebih dari 2 persen. indeks keuangan merosot 1,9 persen sebab bank gagal mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga The Fed.

Sepanjang pekan ini, indeks Dow Jones turun 0,3 persen, indeks S&P turun 0,1 persen dan Nasdaq naik 0,1 persen.

Lebih dari 10,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 8,1 miliar rata-rata untuk 20 sesi sebelumnya, menurut data Thomson Reuters.

Investor kini fokus pada pertemuan Fed berikutnya pada 27-28 Oktober, meskipun semakin banyak ekonom, termasuk yang di Morgan Stanley dan Barclays, sekarang bertanya-tanya apakah Fed akan menaikkan suku di sepanjang tahun ini. (Ndw/Igw)