Tekanan Jual Mereda, IHSG Dibuka Menghijau

IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.040,91 dan terendah 5.030,81. Kenaikan IHSG didorong dari 77 saham yang berada di zona hijau.

Diterbitkan 17 Desember 2014, 09:19 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbeda dengan dua hari sebelumnya yang terus tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini bergerak positif. tekanan jual diperkirakan tidak akan banyak terjadi pada perdagangan hari ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu(17/12/2014), IHSG naik 4,78 poin (0,10 persen) menjadi 5.030,81. Indeks saham LQ45 menguat 0,14 persen.

Pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih tetap menghijau ke level 13,68 poin (0,27 persen) ke level 5.039,71. Indeks saham LQ45 perkasa di level 865,20.

IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.040,91 dan terendah 5.030,81. Kenaikan IHSG didorong dari 77 saham yang berada di zona hijau dan hanya ada 36 saham yang berada di zona merah. Adapun 59 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6.888 kali dengan volume perdagangan saham 221,17 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 276,17 miliar.

Secara sektoral, delaman sektor saham menguat dan dua melemah. Sektor yang melemah adalah konstruksi yang turun 0,07 persen dan sektor perdagangan yang melemah 0,06 persen.

Sedangkan sektor yang menguat tertinggi adalah perkebunan yang naik 0,98 persen dan disusul oleh sektor industri dasar yang naik 0,77 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 41 miliar. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 46 miliar.

Saham-saham yang menguat pada hari ini antara lain saham IMPC naik 50 persen ke level Rp 5.700 per saham, saham BBLD menanjak 25 persen ke level Rp 2.500 per saham, dan saham WICO mendaki 10 persen ke level Rp 127 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MREI turun 12,07 persen ke level Rp 3.605 per saham, saham KARW melemah 3,61 persen ke level Rp 400 per saham, dan saham INTA turun 3,33 persen ke level Rp 261 per saham.

Analis PT Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri menuturkan, IHSG terus tertekan kemarin karena sentimen global. Membaiknya data-data dari Amerika Serikat membuat dana-dana asing di negara-negara berkembang lari.

Namun, tekanan kepada IHSG tak terlalu dalam karena Bank Indonesia melakukan intervensi. "Langkah pembelian obligasi senilai Rp 1,7 triliun membuat pasar sedikit membaik," jelasnya.

Bursa Asia pagi ini dibuka flat karena menunggu pengumuman kebijakan dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

"Kami perkirakan tekanan jual yang telah berlangsung selama dua hari kemarin akan mereda dan IHSG berpotensi bergerak flat hari ini," pungkasnya. (Gdn)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Pembukaan IHSG