Kebakaran Way Kambas, Polisi Kejar Orang di CCTV

Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur masih terbakar hingga hari ini.

Diterbitkan 05 November 2026, 16:48 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Polda Lampung terus menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Polisi mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia di balik kebakaran tersebut.

Bahkan, penyidik telah mendatangkan saksi ahli dari Jakarta untuk membantu mengungkap penyebab kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Hery Rusyaman mengatakan, tim kepolisian sudah diterjunkan dan melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk menelusuri faktor yang memicu munculnya api.

"Kami sudah mengirimkan tim dan melakukan beberapa pemeriksaan, baik terkait akibat maupun penyebab kebakaran tersebut. Bahkan, saksi ahli sudah kita datangkan dari Jakarta," kata Hery dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).

Menurut dia, luasnya kawasan TNWK menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan. Polisi juga mendalami kemungkinan aktivitas manusia di dalam kawasan hutan, seperti memancing, berkemah hingga berburu, yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain aktivitas masyarakat, faktor cuaca dengan suhu panas ekstrem juga menjadi salah satu kemungkinan yang sedang diteliti.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan saksi ahli. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pengurus TNWK dan melakukan patroli bersama Polres Lampung Timur serta Polsek jajaran," jelasnya.

Hery menegaskan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan, termasuk keterlibatan masyarakat atau oknum tertentu.

 

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Penyelidikan

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menelusuri sejumlah foto hasil tangkapan layar kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di kawasan TNWK.

Dari penelusuran awal terhadap identitas orang-orang yang terekam kamera, polisi menemukan sejumlah data kependudukan yang mengarah ke luar Lampung.

"Setelah kita telusuri dan cek, ternyata banyak KTP atau identitasnya tidak tinggal di Lampung. Tetapi apakah memang tidak tinggal di Lampung atau sudah menjadi warga Lampung tetapi berasal dari luar daerah, ini masih kita dalami," jelasnya.

Polisi bahkan telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk mencocokkan nama dan alamat yang teridentifikasi dalam rekaman CCTV.

Namun, upaya penelusuran tersebut menemui kendala karena sejumlah orang yang dicurigai tidak ditemukan di desa sesuai alamat yang tercantum dalam identitas mereka.

"Kita sudah melakukan pencarian bersama Polsek jajaran. Bahkan, kita coba telusuri sampai ke daerah asal sesuai KTP yang kita peroleh. Ada yang mengarah ke Jawa Tengah dan Sumatera Selatan," ungkap Hery.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan adanya keterlibatan orang-orang yang terekam CCTV dalam peristiwa karhutla tersebut. Penyidik masih membutuhkan pendalaman dan keterangan tambahan untuk memastikan kaitan mereka dengan kebakaran.

 

Penyelidikan Naik ke Tahap Penyidikan

Hery menyebut, penanganan perkara karhutla TNWK saat ini sudah memasuki tahap penyidikan. Kasus tersebut juga menjadi salah satu prioritas penanganan pemerintah.

"Untuk kasus ini masih naik sidik. Kita coba naikkan ke penyidikan karena ini juga menjadi salah satu prioritas Bapak Presiden saat melaksanakan rapat koordinasi bersama Bapak Kapolda dan Forkopimda," tegasnya.

Di tengah proses pengungkapan penyebab kebakaran, Hery memastikan kepolisian tetap mengutamakan upaya pemadaman api di kawasan TNWK.

"Polda Lampung bersama Polres Lampung Timur dan jajaran Polsek akan terus berkoordinasi dengan pengelola TNWK untuk membantu penanganan kebakaran. Pengungkapan penyebab kebakaran ini penting dilakukan agar dapat diketahui apakah peristiwa tersebut dipicu faktor alam, kelalaian manusia, atau memang terdapat unsur kesengajaan," tandasnya.

Â