PKB Hadirkan Rumah Bebas Asap untuk Pesantren

Bantuan tersebut disalurkan melalui anggota DPR Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 21:55 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin meresmikan Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau.

Bantuan tersebut disalurkan melalui anggota DPR Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pondok Pesantren Dar El Hikmah menjadi lokasi penyelenggaraan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober yang dijadwalkan dihadiri Gus Muhaimin. Kehadiran fasilitas Rumah Bebas Asap diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan santri dan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

Mafirion mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk merayakan perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa. Namun, di tengah ancaman karhutla yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada seremoni.

“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion di Pekanbaru, Minggu (18/10).

Menurutnya, pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika menghadapi situasi darurat. Kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko bagi kesehatan, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Karena itu, Gus Muhaimin juga memberikan bantuan masker kepada para santri dan warga yang terdampak asap karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap, sementara penanganan karhutla terus dilakukan.

Mafirion menegaskan, kepedulian PKB terhadap dampak karhutla tidak hanya diwujudkan melalui bantuan untuk pesantren, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan warga yang merasakan langsung dampak bencana.

“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya mengantisipasi paparan asap selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta apel HSN di Pondok Pesantren Dar El Hikmah juga diminta menggunakan masker. Langkah ini merupakan bentuk perhatian terhadap keselamatan peserta di tengah penurunan kualitas udara akibat karhutla.

Mafirion berharap, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi ajang untuk memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa pesantren dan masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana sendirian.

“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” pungkasnya.