Emiten ICBP Raup Penjualan Rp 64,45 Triliun

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat penjualan naik 15% hingga September 2026.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 22:07 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat pertumbuhan penjualan tetapi laba turun hingga September 2026.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk meraup penjualan Rp 64,45 triliun hingga September 2026. Penjualan tersebut naik 15% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 56,27 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), beban pokok penjualan naik 16,7% menjadi Rp 42,46 triliun hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 36,36 triliun.

Sementara itu, laba bruto naik 10,43% menjadi Rp 21,98 triliun hingga kuartal ketiga 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,90 triliun.

Laba usaha naik 7% menjadi Rp 13,67 triliun dari Rp 12,74 triliun, meskipun marjin laba usaha turun menjadi 21,2% dari 22,6% pada tahun sebelumnya. Hal ini terutama didorong kenaikan bahan baku, bahan kemasan dan logistik. Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 5% menjadi Rp 8,04 triliun dari Rp 7,69 triliun pada periode sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya hasil operasional.

Laba periode berjalan tercatat Rp 7,50 triliun hingga September 2026, turun 8,3% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,18 triliun.

Dengan demikian, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 529 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 610.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim menuturkan, di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan 2026. “Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” ujar dia.

Adapun total ekuitas Perseroan naik menjadi Rp 77,80 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 73,68 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 65,72 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 61,8 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 143,52 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 135,54 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 30,94 triliun dari Desember 2025 Rp 29,21 triliun.