Liputan6.com, Jakarta - Nilai pasar Alphabet, perusahaan induk Google, merosot lebih dari US$ 500 miliar atau sekitar Rp 9.051 triliun (kurs Rp 18.136 per US$) setelah saham perusahaan teknologi tersebut mengalami tekanan di tengah kekhawatiran investor terhadap dampak pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap bisnis utamanya.
Mengutip laporan BBC, Jumat (30/10/2026), saham Alphabet turun hampir 13% pada perdagangan Kamis dan menjadi kinerja terburuk kedua pada tahun ini. Penurunan tersebut terjadi setelah perusahaan mengungkapkan bahwa fitur ringkasan berbasis AI pada mesin pencari Google mulai memengaruhi pendapatan iklan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan Alphabet mempertahankan sumber pendapatan utamanya di tengah besarnya investasi untuk mengembangkan teknologi AI.
Advertisement
Padahal, secara keseluruhan, kinerja pendapatan perusahaan induk Google ini masih menunjukkan pertumbuhan. Alphabet mencatatkan pendapatan sebesar US$ 127,6 miliar (sekitar Rp 2.310 triliun) pada kuartal terakhir, meningkat 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang Google Cloud yang mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 103% menjadi hampir US$ 31 miliar (sekitar Rp 561 triliun).
Namun, laba perusahaan justru turun 25% pada kuartal tersebut. Untuk kedua kalinya dalam sejarah sebagai perusahaan publik, Alphabet mencatatkan arus kas bebas (free cash flow) negatif, kali ini dengan nilai lebih dari US$ 9 miliar (sekitar Rp 162 triliun). Angka ini hampir dua kali lipat dari jumlah kas yang hilang pada kuartal sebelumnya.
Arus kas mencerminkan sisa dana yang dimiliki perusahaan setelah membayar biaya operasional dan investasi. Dengan kata lain, Alphabet saat ini mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang dihasilkannya. Tingkat pengeluaran baru ini hampir seluruhnya dialokasikan untuk investasi AI Google.
Hingga penutupan perdagangan hari Kamis lalu, total nilai pasar saham perusahaan telah turun menjadi US$ 3,46 triliun (sekitar Rp 62.751 triliun) dari US$ 3,97 triliun (sekitar Rp 72.000 triliun) pada hari sebelumnya.
Analis utama Forrester, Tracy Woo, menilai kondisi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi Alphabet dalam membiayai pengembangan AI tanpa mengorbankan bisnis yang selama ini menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Amazon dan Microsoft Ikut Menghadapi Tekanan Investor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566837/original/045785900_1694070287-robot-handshake-human-background-futuristic-digital-age.jpg)
Kekhawatiran terhadap besarnya investasi AI tidak hanya dialami Alphabet. Amazon juga mendapat respons negatif dari investor setelah mengumumkan laporan keuangan terbarunya.
Saham Amazon turun 6% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Kamis. Padahal, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 11% menjadi US$ 201 miliar (sekitar Rp 3.645 triliun).
Di sisi lain, Amazon membukukan arus kas bebas negatif sebesar US$ 42 miliar (sekitar Rp 762 triliun). Angka tersebut menunjukkan peningkatan pengeluaran perusahaan hingga enam kali lipat dalam kurun waktu tiga bulan.
CEO Amazon Andy Jassy mengatakan, besarnya investasi dilakukan karena perusahaan melihat dua peluang bisnis jangka panjang yang berpotensi menghasilkan pendapatan hingga US$1 triliun (sekitar Rp 18.136 triliun).
Meski tidak menyebutkan dua bisnis yang dimaksud secara rinci, Andy berulang kali membeberkan peluang finansial dari langkah Amazon memproduksi dan menjual cip komputernya sendiri.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar dari Bedrock, platform AI milik Amazon yang menyediakan akses berbayar ke berbagai model dan perangkat AI utama.
Â
Advertisement
Pelajaran Amazon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356573/original/045164700_1790209405-6ab2d28b265e3f8e338f5c01.webp)
Andy menilai industri teknologi tidak akan bergantung pada satu model atau perangkat AI saja. Karena itu, Amazon berupaya mengembangkan berbagai peluang bisnis untuk memenuhi kebutuhan pasar.
"Salah satu pelajaran yang kami petik selama lebih dari 20 tahun adalah bahwa tidak ada satu pun perangkat yang bisa menguasai segalanya," ujar Andy.
Microsoft Kurangi Pengeluaran
Sementara itu, Microsoft juga menghadapi respons yang kurang antusias dari investor. Saham perusahaan turun kurang dari 1% pada Kamis.
Meski demikian, kinerja keuangan Microsoft menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perusahaan meningkat 19% menjadi US$ 92,3 miliar (sekitar Rp 1.674 triliun), sedangkan bisnis komputasi awan atau cloud tumbuh 30% menjadi US$ 63 miliar (sekitar Rp 1.143 triliun).
Microsoft juga mengurangi pengeluaran sekitar US$ 5 miliar (sekitar Rp 91 triliun) untuk investasi di bidang AI. Sebelumnya, Perusahaan turut mengumumkan rencana pemangkasan ribuan pekerja sebagai bagian dari upaya menekan biaya operasional.
CEO Microsoft Satya Nadella menyebut penggunaan Copilot, asisten AI milik perusahaan, terus meningkat. Jumlah tugas yang diselesaikan secara otomatis melalui layanan tersebut hampir dua kali lipat sejak Juli, sementara pengguna hariannya tumbuh 500% dibandingkan tahun 2025.
Menurut Tracy Woo, hasil Microsoft menunjukkan permintaan AI dari kalangan perusahaan masih kuat. Namun, investor kini mulai mempertanyakan seberapa besar keuntungan yang benar-benar dapat dihasilkan dari investasi teknologi tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1008745/original/033009900_1443859234-Alphabet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415213/original/054571400_1479931176-amazon.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342013/original/008262700_1788740813-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1850017/original/095298100_1517287343-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351912/original/046505900_1758087166-mika-baumeister-J5yoGZLdpSI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679419/original/twitch.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/721605/original/walmart.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316962/original/070809900_1785997998-Ilustrasi_PHK-UnsplashVitaly_Gariev.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1928750/original/000486300_1519376905-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1850018/original/066347600_1517287344-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1849992/original/008310100_1517286621-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-1.jpg)