Kondisi Terkini Anak Krakatau Usai Status Naik ke Level Siaga

Gunung Anak Krakatau masih didominasi kegempaan setelah statusnya naik menjadi Siaga, tanpa laporan erupsi.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, masih didominasi kegempaan setelah statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Hingga Senin (12/10/2026) siang, belum ada laporan erupsi dari gunung api tersebut.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan petugas masih mencatat aktivitas kegempaan yang menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan gunung api.

“Aktivitas vulkanik GAK berdasarkan hasil pemantauan terbaru masih menunjukkan adanya kegempaan. Kondisi ini menjadi bagian dari aktivitas gunung api, setelah peningkatan status ke Level III,” ujar Suwarno saat dikonfirmasi, Senin (12/10).

Meski belum dilaporkan mengalami erupsi, aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap menjadi perhatian petugas menyusul peningkatan status menjadi Siaga.

Berdasarkan laporan pengamatan periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Senin (12/10/2026), tercatat empat kejadian gempa di Gunung Anak Krakatau.

Rinciannya, tiga kali gempa hembusan dan satu kali gempa hybrid atau fase banyak. Sementara itu, pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas mencatat tiga kejadian gempa.

Dengan demikian, total tujuh kejadian gempa terekam sejak tengah malam hingga Senin siang.

“Aktivitas kegempaan ini masih menjadi salah satu parameter yang terus dipantau petugas di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau,” kata Suwarno.

Selain aktivitas kegempaan, hasil pengamatan visual menunjukkan kondisi puncak Gunung Anak Krakatau yang berubah-ubah, mulai dari terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Ketinggiannya berkisar 10-50 meter di atas puncak kawah.

Petugas juga masih merekam tremor menerus atau microtremor dengan amplitudo 2-22 milimeter dan dominan 5 milimeter.

Meski sejumlah parameter aktivitas vulkanik masih terekam, Suwarno menegaskan belum terdapat laporan erupsi pada periode pengamatan terbaru.

 

Imbauan untuk Warga

Suwarno mengimbau, masyarakat agar tidak panik menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat maupun wisatawan diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Suwarno turut meminta masyarakat pesisir Lampung dan Banten tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami akibat aktivitas GAK.

“Untuk masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang, serta tidak mempercayai isu mengenai erupsi GAK yang disebut dapat memicu tsunami. Ikuti informasi resmi dan arahan dari BPBD maupun instansi terkait,” imbuhnya.

Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG, BPBD, dan instansi terkait serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.