Liputan6.com, Jakarta - Biji pala yang selama ini didominasi penjualan dalam bentuk komoditas mentah bernilai terbatas mulai dilirik sebagai produk olahan bernilai tambah.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Indonesia melatih warga kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi pembersih tangan (hand sanitizer).
Pelatihan yang digelar di Balai Isombani, Kampung Werianggi, ini diikuti oleh 20 mama-mama dari kelompok UMKM Ayawata, yang terdiri atas Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran. Langkah ini diharapkan mampu mendorong komoditas lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Advertisement
"Harapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi," ujar salah satu peserta, Mama Katerina Bieth, Sabtu (19/9/2026).
Proses pembuatan diawali dengan mengeringkan biji pala selama lima hingga enam hari, lalu ditumbuk halus.
Bubuk pala kemudian direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan rasio 1:5 selama tiga hari, sebelum akhirnya disaring dan dimasukkan ke dalam botol semprot.
Â
Bakal Diperkenalkan Oktober Mendatang
Pemanfaatan biji pala ini bertumpu pada kandungan minyak atsiri serta senyawa aktif yang berpotensi memiliki sifat antibakteri. Meski demikian, tim peneliti masih terus menguji efektivitas kandungan tersebut di laboratorium.
"Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu," jelas anggota TEP UI, Fhira, Jumat (25/9/2026).
Pengujian dilakukan dengan membandingkan empat sampel, meliputi kelompok tanpa pembersih tangan, hand sanitizer berbahan biji pala, hand sanitizer berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.
Apabila teruji efektif, produk ini rencananya diperkenalkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober mendatang.
Selain menjadi alternatif sanitasi di tengah keterbatasan air bersih, pengolahan pala ini berpotensi membuka ruang usaha baru.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai pengembangan kawasan transmigrasi memang harus dimulai dari potensi sederhana yang ada di lingkungan warga.
"Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat," kata Iftitah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358998/original/020461100_1790464768-WhatsApp_Image_2026-09-26_at_21.59.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558616/original/033541200_1776432546-ahy1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550044/original/018819300_1775636032-12995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356561/original/061851700_1790184955-IMG-20260923-WA0165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356558/original/040338600_1790183683-IMG_20260923_234646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356549/original/039409800_1790182944-468295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356548/original/047528400_1790182491-1000761033.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356510/original/002112200_1790178000-1179080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356496/original/005735000_1790176198-1179275.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356484/original/033356400_1790173744-IMG-20260923-WA0064.jpg)