4 Anggota KKB Tewas Dalam Kontak Tembak di Dekai

Kontak tembak antara tim gabungan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pecah di Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Diterbitkan 02 September 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jayapura - Sebanyak empat orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas usai kontak tembak dengan tim gabungan di Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hal itu diungkap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo, Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya terjadi kontak tembak antara tim gabungan dari Satgas ODC dan Polres Yahukimo dengan KKB yang merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi, terjadi di sekitar kantor KPU lama di Dekai, Selasa (1/9/2026).

"Awalnya tim gabungan hendak melakukan penangkapan terhadap anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi pimpinan Wadanyon Habis Nare di kawasan kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, namun kelompok tersebut melakukan penembakan sehingga terjadi baku tembak," kata Yusuf Sutejo.

Saat memasuki kawasan tersebut, jelas Yusuf, personel gabungan mendapat gangguan tembakan dari KKB yang kemudian dibalas personel gabungan dengan memberikan tembakan peringatan ke udara.

Peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pasukan Batalyon Eden Sawi sehingga terjadi baku tembak dan terlihat sejumlah orang melarikan diri ke arah belakang hutan dengan membawa senjata api sambil melepaskan tembakan ke arah personel gabungan.

Setelah situasi relatif aman, kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan empat jenazah anggota KKB.

Selain itu, ada enam orang di TKP yang diamankan dan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

"Dari empat anggota KKB yang tewas, tiga orang di antaranya telah teridentifikasi, yakni EH alias E, YK alias LY, dan M," kata Yusuf.

Sementara itu, enam orang yang diamankan dalam insiden tersebut kini berada di Polres Yahukimo di Dekai untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompok bersenjata.

"Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan," katanya.

 

Â