Liputan6.com, Jakarta Aglonema atau sri rejeki merupakan tanaman hias berdaun indah yang tergolong mudah dirawat. Cara merawat aglonema agar rimbun bertumpu pada media tanam gembur, cahaya terang tidak langsung, serta penyiraman secukupnya.
Pemupukan berkala, pemangkasan, dan perbanyakan anakan turut menentukan kelebatan daun. Terapkan setiap langkah cara merawat aglonema agar rimbun secara konsisten agar warna daun tetap cantik dan tanaman beranak banyak.
Advertisement
Menyiapkan Media Tanam dan Pot yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328107/original/021031800_1787135530-e0b0bd02-57cd-4862-8944-eaea2d37bb94.jpg)
Fondasi dari cara merawat aglonema agar rimbun adalah media tanam gembur dengan pot berukuran pas. Media yang porous mencegah akar membusuk sekaligus menahan kelembapan yang dibutuhkan daun untuk tumbuh lebat.
-
Racik media tanam yang gembur: Campurkan tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan sekitar 2:1:1, atau tambahkan cocopeat dan pakis agar media tetap porous dan kaya nutrisi. Media yang terlalu padat menghambat akar sehingga tunas baru sulit muncul ke permukaan.
-
Pilih pot berlubang drainase: Gunakan pot yang memiliki lubang pembuangan air di bagian bawah. Pot dari tanah liat sangat dianjurkan karena pori-porinya membantu membuang kelebihan air dan menjaga sirkulasi udara di sekitar akar.
-
Jangan isi media sampai penuh: Sisakan ruang sekitar 2-3 cm dari bibir pot agar tunas baru punya ruang untuk keluar. Media yang terlalu penuh dan padat menyulitkan aerasi dan menghambat pertumbuhan tunas.
-
Beri lapisan drainase di dasar pot: Tambahkan pecahan genteng atau kerikil pada dasar pot untuk memperlancar aliran air dan mencegah genangan. Langkah sederhana ini efektif menjaga akar tetap sehat.
-
Sesuaikan ukuran pot dengan tanaman: Pilih pot yang lebar dan tidak terlalu tinggi karena aglonema cenderung menumbuhkan anakan dari pangkal batang. Hindari pot yang terlalu besar karena tanah justru akan basah terlalu lama.
-
Ganti media dan repotting berkala: Perbarui media tanam serta pindahkan ke pot lebih besar setiap 2-3 tahun atau saat akar sudah memenuhi pot. Media yang segar mengembalikan pasokan unsur hara dan memudahkan tunas baru bermunculan.
Media tanam berdrainase baik yang mengandung bahan organik seperti kompos dan sekam terbukti paling menunjang kesuburan aglonema. Cek rutin kondisi media; bila sudah menggumpal, terlalu kering, atau terlalu basah, sebaiknya diganti dengan yang baru.
Baca juga: tips memilih tanah organik sebagai media tanam aglonema
Advertisement
Mengatur Cahaya, Suhu, dan Kelembapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299834/original/000870500_1784276287-5b59893b-a30f-4aa8-b907-b7725f8be342.jpg)
Lingkungan sangat menentukan, itulah mengapa cara merawat aglonema agar rimbun tidak bisa lepas dari pengaturan cahaya, suhu, dan kelembapan. Tanaman ini berasal dari lantai hutan tropis yang teduh sehingga menyukai kondisi yang mirip di dalam rumah.
-
Tempatkan di cahaya terang tidak langsung: Aglonema tumbuh baik pada cahaya sedang hingga terang yang tidak langsung. Hindari sinar matahari langsung karena dapat membuat daun gosong dan warnanya memudar.
-
Sesuaikan cahaya dengan jenis daun: Varietas berdaun gelap lebih toleran terhadap tempat teduh, sedangkan varietas berwarna atau bervariegasi butuh cahaya lebih banyak agar coraknya tetap tajam. Jika warna mulai pudar, pindahkan ke lokasi yang lebih terang.
-
Jaga suhu tetap stabil: Aglonema menyukai kehangatan sekitar 18-27 derajat Celsius. Perubahan suhu mendadak dari embusan AC atau pemanas bisa membuat daun rontok.
-
Naikkan kelembapan udara: Aglonema tumbuh optimal pada kelembapan 40-60 persen. Gunakan nampan berisi kerikil dan air, letakkan pelembap udara, atau kelompokkan beberapa tanaman untuk menciptakan iklim mikro yang lembap.
-
Hindari angin kering dan suhu ekstrem: Jauhkan tanaman dari lubang ventilasi AC, kipas, maupun suhu di bawah 16 derajat Celsius yang membuat daun mudah layu dan busuk.
-
Beri masa adaptasi untuk tanaman baru: Letakkan aglonema yang baru dibeli atau dipindah di tempat teduh bercahaya tidak langsung, lalu beri waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk menyesuaikan diri sebelum diperlakukan seperti biasa.
Sebagaimana dikutip dari Bloomscape, aglonema menyukai suhu 18-24 derajat Celsius dan sebaiknya dijauhkan dari area berangin serta suhu di bawah 16 derajat Celsius agar daunnya tidak mendadak rontok.
Baca juga: cara menjaga aglonema tetap subur di teras yang panas
Menyiram dan Memupuk dengan Pola yang Benar
Kesalahan menyiram adalah penyebab tersering aglonema gagal tumbuh subur, sehingga pola penyiraman dan pemupukan menjadi inti dari cara merawat aglonema agar rimbun. Aglonema tergolong tanaman yang tidak suka kondisi terlalu basah.
-
Siram saat media mulai kering: Siram ketika sekitar 50 persen volume media terasa kering. Alirkan air perlahan hingga keluar dari lubang drainase, lalu buang air yang menggenang di tatakan.
-
Gunakan air bersuhu ruang: Pakai air yang sudah didiamkan hingga mencapai suhu ruangan. Aglonema sensitif terhadap klorin dan fluorida pada air keran, jadi endapkan air sekitar 24 jam atau gunakan air saringan agar ujung daun tidak mengering.
-
Pilih metode siram yang konsisten: Anda bisa menyiram dari atas media maupun dengan teknik dari bawah (bottom watering). Yang terpenting media tidak dibiarkan becek terus-menerus karena memicu busuk akar.
-
Beri pupuk saat musim tumbuh: Berikan pupuk cair tanaman hias sebulan sekali selama musim tumbuh dengan setengah dosis anjuran. Kurangi saat pertumbuhan melambat dan hentikan ketika tanaman dorman.
-
Utamakan pupuk kaya nitrogen: Untuk mendorong daun yang lebat, pilih pupuk dengan kandungan nitrogen memadai. Hindari pemupukan berlebih karena garam mineral menumpuk dan dapat membakar akar.
-
Manfaatkan air cucian beras: Air cucian beras mengandung nitrogen, fosfor, kalium, serta vitamin B1 yang bermanfaat sebagai nutrisi alami. Cukup berikan setiap dua minggu sekali dan siramkan langsung ke media, bukan membasahi daun secara berlebihan.
Air cucian beras yang membantu tanaman tumbuh lebih besar dan rimbun sebaiknya dipakai dalam takaran wajar, sebab pemakaian berlebihan pada tanaman dalam ruangan justru bisa memicu jamur dan semut. Bagi yang ingin hasil lebih maksimal, air cucian beras juga dapat difermentasi menjadi pupuk cair sederhana sebelum diaplikasikan.
Baca juga: daftar tanaman yang tumbuh lebih cepat dengan bantuan air beras
Advertisement
Memangkas, Memperbanyak, dan Merotasi agar Makin Rimbun
Pemangkasan dan perbanyakan adalah teknik lanjutan dalam cara merawat aglonema agar rimbun yang sering terlewat pemula. Dengan membuang bagian tua dan mengarahkan energi ke tunas baru, rumpun aglonema akan tampil lebih penuh dan padat.
-
Pangkas daun kuning dan rusak: Buang daun mati, menguning, atau sakit secara rutin. Selain menjaga estetika, langkah ini mencegah daun bermasalah menjadi sarang hama dan penyakit.
-
Pangkas batang yang memanjang: Bila tanaman mulai kurus dan menjulur (leggy), potong batang untuk memancing tunas baru. Cubit atau potong tepat di atas nodus daun agar tanaman bercabang ke samping.
-
Gunakan alat potong steril: Sterilkan gunting atau pisau dengan alkohol sebelum dipakai, lalu potong miring persis di atas nodus. Potongan yang bersih mempercepat pemulihan tanaman.
-
Jangan pangkas lebih dari sepertiga: Batasi pemangkasan tidak melebihi sepertiga bagian tanaman dalam satu waktu agar aglonema tidak stres. Beri jeda pemulihan di antara sesi pemangkasan.
-
Perbanyak melalui pemisahan anakan: Saat repotting, pisahkan rumpun menjadi beberapa tanaman dengan memastikan tiap bagian memiliki akar dan batang berdaun. Menanam kembali beberapa anakan dalam satu pot membuat tampilan langsung lebih rimbun.
-
Manfaatkan stek batang: Batang hasil pemangkasan sepanjang 10-15 cm dengan beberapa nodus bisa diakarkan di air atau media, lalu dikembalikan ke pot induk untuk menambah kepadatan rumpun.
-
Pancing tunas dari indukan: Untuk merangsang anakan lebih banyak, sebagian hobiis memangkas pucuk indukan hingga menyisakan satu daun sehingga tunas baru lebih mudah terbentuk.
-
Rotasi pot dan bersihkan daun: Putar pot setiap beberapa hari agar semua sisi mendapat cahaya merata, dan lap daun dari debu agar fotosintesis berjalan efisien. Gemburkan media secara berkala untuk mencegah pemadatan.
Mengacu pada Joyus Garden, batang aglonema yang terlalu panjang sebaiknya dipangkas hingga beberapa sentimeter di atas permukaan media untuk meremajakan tanaman sekaligus mendorong pertumbuhan baru yang lebih penuh, terutama setelah tanaman berbunga.
Merujuk Gardener's Supply, aglonema paling mudah diperbanyak dengan cara pemisahan rumpun saat repotting; pisahkan batang secara hati-hati dan pastikan setiap tanaman baru punya sistem akar yang memadai sebelum ditanam di pot terpisah.
Baca juga: panduan memperbanyak aglonema untuk pemula
Manfaat Aglonema dan Solusi Masalah yang Sering Muncul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299838/original/075593100_1784276339-9317ed6c-eea3-4fdb-85af-a444202d548f.jpg)
Selain keindahan daunnya, aglonema menyimpan manfaat yang membuat usaha merawatnya terasa sepadan, dan memahami hal ini membantu Anda menerapkan cara merawat aglonema agar rimbun secara lebih menyeluruh. Aglonema termasuk tanaman yang mampu menyaring polutan udara dalam ruangan seperti benzena dan formaldehida, sehingga sering diandalkan sebagai tanaman hias pembersih udara.
Merawat aglonema juga berdampak pada kesejahteraan penghuni rumah. Beragam riset menunjukkan bahwa interaksi dengan tanaman dapat menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fokus.
Meski terkenal tangguh, aglonema tetap bisa bermasalah bila perawatannya kurang tepat. Daun yang menguning umumnya menandakan penyiraman berlebih atau drainase buruk, sementara ujung daun yang kecokelatan biasanya disebabkan kelembapan rendah atau kandungan mineral pada air. Batang yang memanjang dan tampak jarang menandakan tanaman kurang cahaya, sedangkan daun menggulung kerap muncul akibat kekurangan air atau kelembapan yang terlalu rendah. Membaca sinyal-sinyal ini sejak awal memudahkan Anda mengambil tindakan sebelum masalah membesar.
Aglonema mengandung kalsium oksalat yang bersifat toksik bila tertelan sehingga sebaiknya diletakkan jauh dari jangkauan kucing, anjing, maupun anak kecil. Untuk urusan hama, aglonema relatif tahan, tetapi tetap bisa diserang kutu putih dan tungau laba-laba; atasi dengan sabun insektisida dan bersihkan daun secara rutin.
Aglonema sangat mudah dirawat berkat ketahanannya dan kemampuannya beradaptasi pada kondisi cahaya rendah hingga sedang, sehingga ideal untuk rumah maupun kantor. Karakter inilah yang membuatnya cocok untuk pemula dan tetap dapat menjadi penyerap polusi udara di sudut ruangan.
Baca juga: rekomendasi tanaman hias indoor pempercantik ruangan dan tanaman indoor untuk kamar tidur yang mudah dirawat
Pada akhirnya, kunci membuat aglonema tumbuh lebat adalah konsistensi merawat setiap aspek, dari media, cahaya, air, hingga pemangkasan dan perbanyakan. Dengan disiplin mengamati kondisi tanaman dan menyesuaikan perawatan, aglonema kesayangan akan membalasnya dengan daun yang rimbun, warna yang tajam, dan suasana rumah yang lebih segar dari waktu ke waktu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Aglonema
Berapa kali aglonema perlu disiram agar rimbun?
Frekuensi siram bergantung pada suhu, kelembapan, dan ukuran pot, tetapi umumnya cukup 1-2 kali seminggu. Patokan terbaik adalah menyiram ketika sekitar setengah bagian media sudah terasa kering, dan pastikan air mengalir keluar dari lubang drainase agar akar tidak busuk karena genangan.
Pupuk apa yang membuat aglonema cepat rimbun?
Pupuk cair tanaman hias yang seimbang atau kaya nitrogen paling efektif mendorong pertumbuhan daun. Berikan setengah dosis anjuran setiap bulan selama musim tumbuh, dan lengkapi dengan pupuk organik seperti kompos atau manfaat air cucian beras setiap dua minggu sebagai nutrisi tambahan yang ekonomis.
Mengapa aglonema tidak mau rimbun atau tampak kurus?
Penyebab paling umum adalah kurang cahaya sehingga batang memanjang dan daun menjarang. Solusinya, pindahkan ke lokasi dengan cahaya terang tidak langsung, pangkas batang yang menjulur untuk memancing tunas baru, lalu perbanyak dan satukan beberapa anakan dalam satu pot agar rumpun terlihat lebih penuh.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338745/original/090258200_1788339990-cek_fakta_-_mahfud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4882760/original/022793700_1720064683-anak_korban_perang_gaza.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329586/original/085368600_1787285437-tlI0fUjsqkLcylo6sAflEvf2ujexs3Tsi3T4oI3C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299833/original/043252500_1784276275-2e793a27-591f-4a0b-8cb6-40ceb73a97a2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3447630/original/064046300_1620114488-colorful-aglaonema-plants-garden-variegated-plants-beauty-decoration-agriculture-design_34070-491.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338821/original/069967600_1788342903-Kolam_Terpal_dengan_Pipa_Pembuangan_Tengah.jpg)