Liputan6.com, Jakarta - Bentrokan dipicu sengketa lahan pecah di kawasan kaki Gunung Salak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Ketegangan meningkat setelah sejumlah ekskavator yang dikawal ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) memasuki area pertanian Kelompok Tani Hutan (KTH) Maduhur.
Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang terluka, tiga di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka sabetan benda tajam dan patah tulang rusuk.
Ketua KTH Maduhur, Sofyan Hadi, membenarkan bahwa pengerahan massa dan alat berat ke lahan garapan petani bukan pertama kalinya terjadi di lokasi tersebut.
Advertisement
"Sebenarnya sebelum-sebelumnya juga ada beberapa kali upaya alat berat itu mau masuk ke wilayah kita, ke Desa Sukajaya, ke area pengelolaan lahan milik kelompok tani," kata Sofyan saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Sofyan, kelompok tani sebenarnya telah mengetahui indikasi pergerakan massa tersebut dan sempat berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah setempat sehari sebelum kejadian.
"Kita satu hari sebelumnya juga menelepon para pihak, kita telepon Pak Polsek, Babinmas, menyampaikan bahwa kita dapat informasi mau ada pergerakan alat berat dikawal preman," jelasnya.
Eskalasi konflik ini berakar dari riwayat lahan eks-perkebunan PTPN yang telah dikelola warga secara turun-temurun.
Masalah memuncak ketika lahan tersebut dialihfungsikan menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan swasta tanpa pernah diolah secara nyata oleh pihak korporasi.
"Status tanahnya itu kan sebenarnya eks-perkebunan dulu PTPN. Pengelolaan dengan masyarakat sudah terjadi atas tanah itu secara turun-temurun," ujar Sofyan.
KTH Maduhur mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bersikap adil serta memprioritaskan hak hidup warga lokal dibanding kepentingan pemilik modal.
"Harapan kita kaitannya dengan konflik ini, negara bisa hadir untuk menyelesaikan persoalan ini yang mana keberpihakannya itu harus kepada masyarakat, bukan kepada korporat," tegasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318712/original/050166300_1786146040-418178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373272/original/047389800_1476381468-bogor.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/817539/original/031775500_1424872739-ilustrasi-begal-motor-1-150225.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311024/original/083566500_1785385804-IMG-20260730-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307722/original/004189400_1785064660-cid.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307531/original/057870000_1785045794-sing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300211/original/085807700_1784328539-WhatsApp_Image_2026-07-17_at_13.24.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299940/original/049141600_1784280203-20260717_110211.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288934/original/053120500_1783347782-Dewan_Pembina_Cinta_Quran_Foundation_Ustaz_Fatih_Karim.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288432/original/049059700_1783320378-1000874635.jpg)