Cerita Driver Ojol Takut Narik Malam Akibat Teror Geng Motor di Sukabumi

Maraknya aksi kejahatan jalanan pada malam hingga dini hari memaksa para pengemudi menghentikan aktivitas perburuan penumpang lebih awal.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 07:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya aksi geng motor senjata tajam di jalanan Sukabumi tak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga memukul perekonomian para pengemudi ojek online (ojol). Maraknya aksi kejahatan jalanan pada malam hingga dini hari memaksa para pengemudi menghentikan aktivitas perburuan penumpang lebih awal.

Perwakilan Forum Diskusi Ojol Sukabumi Raya, Fitria Ihsan, mengungkapkan bahwa situasi di jalanan saat ini sangat meresahkan para pekerja malam.

Para anggota geng motor kerap mengintimidasi pengguna jalan dengan memamerkan senjata tajam di sepanjang jalan.

"Alat yang dibawa mungkin pedang, balok, arit, pokoknya senjata tajam. Sering diperlihatkan ke jalan, dipertontonkan ke aspal jadi suka menyala," kata Fitria Ihsan, ditemui pada Senin (3/8/2026).

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan para pengemudi ojol. Jam operasional yang biasanya berlangsung hingga dini hari kini terpaksa dipangkas demi menghindari risiko menjadi sasaran pembacokan.

"Dampak ekonominya jelas. Yang biasanya kita bisa narik sampai malam bahkan pagi, jadi kita di-stop untuk operasi karena khawatir. Pendapatan jelas berkurang," ujar Fitria.

Dilema Mitra Jaga Keamanan Bareng Polisi

Ia juga menyoroti efektivitas peran ojol sebagai mitra kepolisian dalam menanggulangi geng motor.

Menurutnya, posisi pengemudi di lapangan rentan dan tidak memiliki kepastian perlindungan hukum jika terjadi bentrok fisik.

"Kalau kita misalkan melawan ke geng motor lalu terjadi apa-apa, apakah kita dijamin oleh hukum? Jadi kita tak jelas tupoksinya sebagai mitra itu seperti apa," tutur dia.

Guna menekan risiko menjadi korban salah sasaran, pihak forum mengimbau para pengemudi independen untuk segera bergabung dengan komunitas dan selalu mengenakan identitas resmi saat beroperasi di malam hari.

"Kami mengimbau rekan-rekan untuk menggunakan atribut ojol dan menghimbau driver yang single fighter untuk berkomunitas agar bisa saling berkoordinasi," kata dia.

2 Korban Pembacokan Akibat Bentrok Antar Geng Motor

Sebelumnya, aksi bentrokan berdarah yang melibatkan puluhan anggota geng motor pecah di Jalan Raya Sukaraja hingga kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) dini hari. Dua warga yang tidak terlibat bentrokan menjadi korban sabetan senjata tajam.

Insiden berdarah tersebut terjadi ketika kelompok geng motor Allstar yang sudah menunggu di depan minimarket Yomart diserang oleh kelompok geng motor Neverdie yang datang dari arah Kota Sukabumi.

Pertikaian menggunakan senjata tajam itu kemudian meluas hingga ke Jalan MH Holil.

Kanit Reskrim Polsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota, AKP Hendra Gunawan, mengonfirmasi bahwa aksi tawuran antara dua kelompok geng motor tersebut diduga kuat telah direncanakan sebelumnya.

"Jadi yang ributnya geng motor Allstar sama Neverdie. Jadi Neverdie yang datang ke sana nyerang ke Kampung Inggris. Ya (Allstar sudah nunggu di lokasi) yang kayak gitu mah pasti janjian sih. Intinya pasti terencana janjian semuanya," kata Hendra, Minggu (2/8/2026).

Di tengah bentrokan yang memanas, dua warga sekitar, yakni Dodis Johansyah (33), seorang sopir truk tangki Pertamina, dan rekannya Dasep Buhori (32), nahas menjadi korban salah sasaran saat melintas hendak pulang ke Kampung Inggris.

"Sopir tangki memang ke sana pulangnya ke arah Kampung Inggris ke atas. Dijemput sama saudaranya di Yomart. Terus kejadian (kena bacok)," ungkap Hendra.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala, lengan, dan kaki sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, puluhan anggota geng motor langsung membubarkan diri saat polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita lagi nyisir lokasi, CCTV, segala macam, dan saksi-saksi. Kita juga lagi nanya-nanya ke RT-nya dan RW-nya di situ," jelasnya.